Banjarnegara Bangkit Dari Mimpi Buruk Dengan Simulasi New Normal Wedding

  • Bagikan

Porosnusantara.co.id- Banjar negara, Jateng- Baru – baru ini di gedung Balai Budaya, jajaran pemerintah daerah Banjarnegara bersama para pengusaha rias penganten se Banjarnegera, mengadakan acara “simulasi new normal wedding”,

Ditengah situasi pandemi covid-19 yang semakin membaik, wilayah pemerintahan Banjar negara bersama masyarakat bahu membahu berusaha bangun dari mimpi buruk, yang selama ini telah membayang – bayangi kehidupan masyarakat kita, khususnya masyarakat Banjarnegara. Maka dari itu pada hari Senin 31 Agustus 2020, pemerintah daerah Banjarnegara  bersama jajarannya, bekerja sama dengan PERHIMPUNAN PENGUSAHA PERNIKAHAN BANJARNEGARA mengadakan Simulasi New Normal Wedding.

Dengan adanya acara simulasi tersebut, diharapkan dapat memberi contoh kepada masyrakat luas khususnya masyarakat Banjarnegara, agar selalu bisa mengedepankan aturan protokol kesehatan. Supaya tetap aman dalam mengumpulkan sanak handai taulan. Dengan demikian kenyamanan, dan kesehatan kepada calon pengantin, tamu undangan, dan semua yang terlibat di dalam acara pesta pernikahan tersebut, nantinya tetap akan terjaga.

Simulasi New Normal Wedding, diselenggarakan di Gedung BALAI BUDAYA Banjarnegara. Dengan didampingi oleh dinas terkait yaitu, ibu Sri haryati, S.km (Dinas Kesehatan) dan bapak Budi wahyono SE, (Kabid. Kedaruratan dan Logistik BPBD).

BACA JUGA  Perkuat Sistem Perkarantinan, Kementan Jajagi Transfer Teknologi Bio-Sensing dari Belanda

Didalam acara tersebut, diperagakan contoh- contoh semua pergerakan seluruh aktifitas orang-orang yang ikut dalam acara tersebut. Dari pertama tamu masuk halaman gedung, didahului dengan pengukuran suhu badan, mencuci tangan dengan sabun cair, disertai penyemprotan disinfektan ke pengunjung oleh petugas.

Disisi lain, tuan rumah atau para petugas selalu mempersiapkan segala sesuatunya. Misal, hand sanizer medical grade di beberapa titik. Semua alat peraga disemprot terlebih dahulu dengan disinfektan sebelum digunakan. Sosialisasi kepada semua vendor untuk mematuhi aturan yang sudah disediakan.

Kapasitas ballroom hanya boleh diisi sekitar 50% dari kapasitas normal. Serta mewajibkan ke semua pengunjung untuk memakai masker. Jaga jarak tempat duduk diatur sedemikian rupa sesuai aturan protokol covid-19, agar para pengunjung tidak terjadi kontak langsung atau bersentuhan satu dengan yang lain.

BACA JUGA  Profil AKP Jasman P, SH, Empat Hari Jabat Kapolsek Urban Pitumpanua Langsung Sergap Pesta Sabu

Memasuki tata cara selanjutnya, dalam prosesi pernikahan, dilakukan penyemprotan lebih dahulu dengan disinfektan ke semua alat yang akan degunakan. Semua yang terlibat wajib menggunakan masker dan sarung tangan. Sampai acara yang terakhir yaitu foto- foto dan acara makan – makan, menggunakan aturan protokol kesehatan dengan menjaga jarak minimal 1(satu) meter.

Sri Haryati S.Km menyampaikan kepada masyarakat khususnya Banjarnegar bahwa “Banjarnegara pada awal pandemi termasuk zona merah. Alhamdulillah, berangsur – angsur membaik menjadi zona kuning. Dan sampai saat ini Banjarnegara  sudah masuk zona hijau, dan new normal. Sebetulnya kata New Normal oleh kementrian kesehatan sudah ditarik diganti dengan kata Adaptasi Kebiasaan Baru. Karena kovid-19 sangat luar biasa mampu mengubah peradaban baru yang mau tidak mau kita harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru. Yaitu 4 M . Satu MEMAKAI  MASKER, dua MENJAGA  JARAK, tiga MENCUCI  TANGAN, empat MENGHINDARI KERUMUNAN. Hal ini sangat penting dilakukan agar kita bisa meminimalisir penularan covid-19.”

BACA JUGA  MOI DKI Terima Bantuan Sembako dari Pasar Jaya Upaya Peduli Jurnalis Covid-19

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Budi Wahyono SE mengatakan,”masyarakat kita kadang diarahkan kearah yang benar masih sangat susah. Ini sangat menyulitkan tim Satgas yg sedang bertugas. Kesadaran masyarakat masih sangat rendah, sehingga sangat memungkinkan mudah tertularnya virus korona ini. Dengan diadakanya acara simulasi seperti ini, diharapkan masyarakat bisa mengerti pentingnya cara menghindar dari virus yang mematikan ini.”

Simulasi New Normal Wedding terlaksana berkat dukungan dari pemerintah daerah Banjarnegara, serta didukung dan disubsidi oleh para pengusaha pernikahan Banjarnegara.

Diketuai oleh Haryono Gogon, dibantu oleh memorial ceremony(MC) sdr. Arief Sublero, dibantu juga oleh komunitas  wedding Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia ( HARPI), komunitas Paguyuban Rias Kesenian Tradisional Bangga (PARIKESIT BANGGA) yaitu gabungan dari pelaku seni rias, pranatacara, sewa tratag, sound sistem, juru kamera se wilayah Banjarnegara dan Purbalingga. Dan dibantu oleh komunitas Paguyuban Pranatacara  se Banjarnegara (PAPAN BARA).

Semoga acara Simulasi New Normal Wedding sukses memotifasi masyarakat sekitar. Amin.

(Sri Handoyo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *