oleh

LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya Dan Cafe D’jajah Bikin Aksi Bagi-Bagi 1.000 Masker.

Porosnusantara. Pasuruan – Virus Corona musuh kita bersama,semakin merebaknya Virus Corona di Kabupaten Pasuruan membuat kalangan Aktivis merasa prihatin untuk itu, dalam rangka turut serta mencegah serta memutus mata rantai penyebaran virus Corona disease atau covid-19, DPC LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Pasuruan Raya melakukan aksi membagi-bagikan 1.000 masker ke pengguna jalan, Senin (21/9/2020).

Ketua Umum DPC LSM Gerakan Masyakat Bawah Indonesia(GMBI) Asyari yang menjadi koordinator kegiatan, yang pelaksanakan di depan Polsek Gempol Kabupaten Pasuruan.

Pada aksi tersebut dibagikan 1.000 masker,kepada siapa saja yang melintas di kawasan ini, mulai pengendara motor, supir, buruh pabrik,petani dan tak luput tukang becak , serta masyarakat sekitar Desa Gempol.

“Asyari mengatakan kegiatan seperti ini sebagai kepedulian dan akan sangat membantu menyemangati masyarakat untuk tetap waspada serta mendukung program pemerintah dalam mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus Corona (covid 19) mengingat Kabupaten Pasuruan dalam Wilayah Jawa Timur yang termasuk kasus penyebaran virus corona sangat tinggi makanya wilayah ini masukan zona merah” ujarnya.

Ditempat terpisah Fiki Ariyanto.SH.MH atau biasa di sebut Ki Demang selaku penasihat hukum LSM GMBI mengatakan dirinya sangat perihatin dengan kondisi penyebaran Virus corona di Kabupaten Pasuruan yang terbilang tinggi makanya,bukan aksi satu kali ini aja,akan ada aksi-aksi sosial selanjutnya sampai Virus Corona hilang di Kabupaten Pasuruan,”tutupnya.

Sementara itu pengendara motor, Jainul yang sempat kami wawancarai mengatakan sangat berterima kasih kepada LSM GMBI yang sudah peduli kepada masyarakat kecil dengan membagikan masker gratis untuk kami pengguna jalan.

“Jainul juga menambahkan dengan adanya pembagian masker gratis dari teman-teman LSM GMBI,semoga saja Virus Corona bisa di minalisir bahkan bisa hilang apalagi di Kabupaten Pasuruan akhir-akhir ini di nyatakan sebagai zona merah serta saya dengar,baik dari media televisi maupun media massa makin banyak masyarakat bahkan pejabat pemerintahan di Kabupaten Pasuruan yang sudah terpapar penyakit ini.

(dor*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini