oleh

Rumah Bantuan Program Pemerintah Atas Nama Sepra Doni Dibangun Diatas Tanah Bukan Miliknya.

Porosnusantara Solok – Pembangunan rumah bantuan program pemerintah atas nama sepra Doni , yang berlokasi di tanah Munggu bariang jorong batu palano nagari salayo kecamatan kubung kabupaten Solok Sumatera barat.

Menurut Yetna sriyanti saya sebagai pemilik lokasi tanah tempat pembangunan program bantuan rumah tidak layak huni tersebut tidak pernah diberi tahu, atau minta izin kepada saya untuk pembangunannya,setelah saya telusuri kepada Dinas terkait.

Murul sebagai tim tekhnis dari dinas mengatakan bahwa, dia hanya sebagai petugas tekhnis untuk melakukan pengecekan kelayakan untuk calon penerima program bantuan tersebut , diantaranya surat keterangan kepemilikan tanah yang akan di bangun dan anehnya, surat keterangan kepemilikan tanah yang dikeluarkan oleh pemerintah nagari salayo untuk pembangunan rumah bantuan tersebut tidak memiliki nomor dan tanggal pengeluarannya.

Melihat kenyataan ini, Yetna sriyanti langsung melaporkan tentang penyerobotan tanah miliknya ini ke.Polsek kecamatan kubung ,ketika wartawan media poros Nusantara menanyakan kepada Yetna sriyanti mengapa wali nagari salayo berani mengeluarkan surat kepemilikan tanah kepada seseorang tanpa melakukan pengecekan akan kebenarannya..? Yetna sriyanti.mengatakan hal inilah yang sangat dia sesalkan.

Namun Yetna akan terus berjuang untuk membebaskan tanah milik kaumnya yang di serobot oleh.sdr seprab Doni tersebut ,ketika media ini menanyakan tentang langkah apa saja yang ditempuhnya dalam mengambil kembali hak nya ini lebih lanjut Yetna mengatakan bahwa.

Dia telah menemui bapak epiardi Asda ayah dari Athari gauti Ardi.anggota DPR RI.yang membawa program bantuan tersebut, sedangkan segala sesuatu hal yang menyangkut proses pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada dinas PU perkim.

Karena merekalah yang lebih tentang prosedur pelaksanaannya, menurut yetna sriyenti disamping telah melaporkan kasus ini ke pihak penegak hukum, dia juga berencana mengugat, pihak pemerintah nagari salayo ke PTUN.

Usaha apapun akan saya tempuh untuk menegakkan kebenaran ini dengan penuh semangat.

( Dahler* )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini