oleh

Kejari Sawahlunto Gelar Diskusi Publik Pencegahan Korupsi Dalam Pelaksanaan Pemilu.

Sawahlunto – Porosnusantara.co.id.Mengantisipasi terjadinya Tindak Pidana Korupsi terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum, Kejaksaan Negeri Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat menggelar Diskusi Publik tentang Pencegahan Korupsi dalam Pelaksanaan Pemilu.

Diskusi yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Kota Sawahlunto itu mengenai Tahapan Pemilu Rawan Korupsi yang dihadiri oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta,SH, Ketua DPRD Eka Wahyu,SE, Sekda dr.Ambun Kadri, MKM, Kapolres Sawahlunto Junaidi Nur,SH,SIK, Dandim / yang mewakili, GM PTBA Yulfaizon, KPU, BAWASLU, Pimpinan Partai Politik dan Pengusaha, Kamis (17/9).

Dalam paparannya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Sawahlunto Abdul Basir,SH,MH menyampaikan, sebagai penyelenggara Pemilu harus benar benar menjaga Integritas dan kepercayaan publik.

Beberapa kasus yang menimpa Komisioner atau pegawai KPU sangat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu dan pada akhirnya terhadap Legitimasi hasil Pemilu itu sendiri, tutur Abdul Basir.

Kajari mengingatkan, yang rawan terjadi Tindak Pidana Korupsi pada Pemilu yakni pada tahapan Persiapan Pemilu / Pengadaan Sarana Logistik Pemilu, Kampanye, Penghitungan Suara, Penyelesaian Perselisihan hasil pemilu dan Pasca Pemilu ( politik balas budi ).

Lebih lanjut Abdul Basir menjelaskan, ada beberapa peluang tindak pidana korupsi (Political Corruption) : Korupsi dalam relasi Pemerintahan Parlemen, Suap Pembahasan Dana Aspirasi dan Korupsi Pembahasan APBD.

Penyebab hal ini ada beberapa Faktor yang menyangkut Kerugian Keuangan Negara yaitu Faktor Politik, Faktor Hukum, Faktor Ekonomi dan Faktor Organisasi yang mengacu kepada Penggelapan dalam Jabatan, Pemerasan, Perbuatan Curang, Suap Menyuap, Gratifikasi dan Benturan Kepentingan dalam Pengadaan, pungkas Abdul Basir.

Walikota Deri Asta, SH dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Pilkada dan Kampanye sedapat mungkin dilaksanakan dengan cepat, karena waktu yang panjang rentan terhadap pelanggaran pelanggaran sehingga para kandidat dan masyarakat kita untuk berInteraksi yang sangat lama menimbulkan efek efek yang positif dan negatif, tutur Deri Asta.

Sebagai Moderator dalam diskusi Vivi Nilasari, SH, MH, dan Ogi Fabrio Mandala,SH dengan Narasumber Kajari Kota Sawahlunto Abdul Basir, SH, MH, Ketua KPU Fadhlan Armey, SKom, Ketua BAWASLU Dwi Murini, SPd,MPd dan Dosen UNAND Fery Amsari, SH, MH. (AN*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini