oleh

PWNU NTT berkurban ditengah pandemik Covid – 19

Kupang, porosnusantara.co.id – Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama ( PWNU) NTT melaksanakan pemotongan hewan di hari tasrik, hari ketiga setelah hari raya Idul Adha.

Pelaksanaan kurban di tengah pandemi covid ini, di internal PWNU NTT menyiapkan 16 hewan kurban yakni, 5 ekor sapi dan 11 ekor kambing.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan Launching Lembaga Zakat Infak Sedekah Nahdatul Ulama( LAZISNU) dan menerimah bantuan 1000 Al-Quran dari PT Samudra Selatan kepada PWNU NTT.

Hal ini dikatakan Ketua PWNU NTT, Jamal Ahmad saat ditemui disela-sela pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Nurul Quwah Lasikode Kupang, Minggu (2/7/2020).

Jamal mengatakan, di internal PWNU pemotongan hewan kurban dilaksanakan pada hari ke tiga setelah hari Raya Idul Adha dengan 16 ekor hewan kurban, 5 ekor sapi dan 11 ekor kambing.

Dirinya mengapresiasi seluruh gerbong, lembaga maupun badan otonom yang ada di NU. Terlebih panitia yang sudah maksimal untuk melakukan kolabirasi, sinergitas membangun komunikasi yang baik, sehingga secara internal NU bisa menyumbangkan 2 ekor sapi dan ada apresiasi dan bantuan dari beberapa teman antara lain, dari Lembaga LAZISNU PBNU 2 ekor sapi dan dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT 1 ekor sapi.

Bantuan 11 ekor kambing antara lain dari PKB, Ibu dr Asyera Respati Wulandero Anggota DPD-RI/ MPR RI Dapil NTT, keluarga H Amiruddin, Bapak Siskandar dan ibu Rimtini.

Dikatakan Jamal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari koordinasi internal NU untuk memperkuat kapasitas masing-masing organisasi.

Beberapa kegiatan lain adalah, melaunching Lazisnu dan menerimah bantuan Al-Quran sebanyak 1000 examplar yang diserahkan dari PT Samudra Selatan oleh Bapak Usman Husen kepada PWNU NTT, selanjutkan akan didistribusikan kepada pengurus-pengurus cabang NU atau Masjid yang membutuhkan dan tentunya juga lembaga-lembaga Islam.

Berkaitan dengan daging Kurban yang bersamaan dengan suasana Covid jelas Jamal yang juga Ass 1 Setda Provinsi NTT ini, dari NU akan memobilisasi aktifitas, mengumpulkan sumbangan tentu adalah bagian dari kepedulian NU berkaitan dengan mengembangkan peran-peran keagamaan ditengah masyarakat dan peran-peran kebangsaan. Karena agama dan kebangsaan tidak boleh dipisahkan satu dengan yang lain.

“Peran -peran ini juga kita lakukan, karena itu tentu daging kurban disamping dibagikan kepada mustafik yang tentu menjadi prioritas mendapatkannya.
Tetapi mungkin tetangga sekitarnya yang berbeda keyakinan dengan kita, itu juga menjadi bagian dari kita” katanya

Inilah bentuk perhatian NU, bersama-sama dengan pemerintah NTT untuk mengapresiasi kondisi covid saat ini banyak orang susah, tidak makan daging dan kekurangan dan itu menjadi perhatian NU.

Bersamaan hari ini juga, akan dilakukan sosialisasi berkaitan dengan keberadaan lembaga pendidikan kita yaitu, SMK Nusa Unggul

Tujuannya adalah, memberikan informasi kepada Jama’ah NU dan seluruh pengurus, untuk keberadaan SMK Nusa Unggul. Harus didukung, dibesarkan didorong untuk peran serta semua pihak dalam rangka membesarkan Sekolah Nusa Unggul.

” SMK Nusa Unggul kita ini, kita harapkan outputnya akan melanjutkan S1 dan S2 secara gratis dan bekerja sama dengan Persatuan Guru NU ( PERGUNU) yang diketuai pak Rifai Betawi” katanya

Karena ini ada kemudahan, bisa ikut seta dalam memberikan, mendorong anak -anaknya untuk bisa berpendidikan. Kalau ada kekurangan, ijazah dan lainnya akan dilakukan perbaikan dalam proses belajar mengajar kedepan.

Hal senada juga ditegaskan Sekretaris Umum PWNU NTT, Abdullah Ulumando.
Bila ada anak-anak,saudara-saudara yang dititipkan di SMK Nusa Unggul, dia akan bersekolah gratis.
Mulai dari SMA/ SMK dan akan dorong kejenjang S1 secara gratis hingga S2.

“Kami dorong kepada para orang tua baik itu muslim maupun non muslim. Ambillah kesempatan di NU, ambillah peluang-peluang pendidikan ini, kita dorong untuk generasi lebih baik kedepan” pungkasnya.

(amperawati*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini