oleh

SALAH SATU AHLI WARIS MEMINTA HAKNYA DIDESA DEWI SARI

Poros Nusantara –  26 Juli 2020, Tower yang berada didusun bengle RT 10 ,desa Dewi Sari kecamatan Rengasdengklok kabupaten Karawang disinyalir bermasalah, sempat molor dalam pengerjaan diduga tanah yang akan dibangun tower tersebut tanah kongsi atau tanah warisan.

Sebelum Di Bongkar

Nana mengakui pendirian tower atas kesepakatan perusahaan dengan nya dan ajuan dilengkapi dengan keterangan desa dan ijin lingkungan, kontrak 10 tahun dan pihak perusahaan akan melunasi pembayarannya setelah bukti kepemilikan tanah diperlihatkan, Saya sedang mengurusnya di notaris dan saya di panggil polres Karawang untuk dimintai keterangan dugaan pengrusakan dan atau, pencurian dan atau, penggelapan oleh salah satu ahli waris sarja (almarhum).

Sesudah Di Bongkar

Dari keterangan warga sekitar bahwa TOWER yang berada didusun bengle ini dalam proses pengerjaannya sempat terhenti dihentikan disebabkan ada salah satu ahli waris sebagai pemilik yang Syah dari tanah tersebut, Nanapun merasa dapat membeli dari seseorang yang bernama Hj.beddah.

Poros Nusantara mencoba untuk mencari impormasi siapa Hj beddah
Kepala desa saat ditemui dirumahnya memperlihatkan bukti surat pernyataan bunyi surat tersebut.

Dengan ini saya sebagai pihak kesatu akan melunasi hutang piutang kepada pihak kedua sebesar 80 000,000-(delapan puluh juta),dan saya bayar dengan uang tunai 35.000.000-(tiga puluh lima juta rupiah), ditambah dengan sebidang tanah darat beserta bangunan unit mobil penarik Holler ,dan akan saya bayarkan pada Jum,at tanggal 11 Oktober 2019, seperti itu bunyi surat pernyataan antara pihak satu sarja(almarhum) bin Niman(almrhum) dan pihak kedua hj.beddah sebagai penerima uang tunai dan sebidang tanah darat beserta bangunan unit mobil penarik Holler, dalam pembubuhan tanda tangan pihak kesatu KARMIN bin sarja dan pihak kedua hj.beddah.

Kepala desa Dewi Sari kecamatan Rengas dengklok kabupaten Karawang dalam hal ini juga dilaporkan oleh salah satu ahli waris sarja (almarhum) dengan dugaan pengrusakan dan atau pencurian ,dan atau pengelalapan ( 170,363,372) dalam KUHAP.

Kepala desa Dewi Sari surtjim dalam hal ini proses perijinan untuk pendirian tower tersebut untuk pengondisian dalam administrasi diakuinya tetapi
kalau SKD yang sipatnya kepemilikan mana buktinya yang jelas saya dilaporkan ini ada bukti surat pemanggilanya ucapnya singkat.

Karmin selaku ahli waris dari sarja (almarhum) saat di mintai keterangan menjelaskan dengan lengkap,
Cicih, Arni, Sumarna, Euis, Edeh, Karmin merupakan anak anak dari sarja (almarhum) bukti surat yang kami miliki berupa sartifikat nomor :5 ,percil no:15 D /lll dengan kikitir (C) no.914 atas nama Sarja bin Ayim,jadi sartifikat atas nama orang tua Kami.

Karmin merupakan anak dari sarja (almarhum)dan bagiannya kebetulan diatas tanah bangunan heller yang sekarang akan di dirikan tower, menurutnya juga tahun 1986 oleh orang tuanya sarja (almarhum) pernah di jaminkan ke bank BRI ,di KTP lama sarja bin ayim sesuai sartifikat juga atas nama Sarja bin ayim artinya bukti otentik secara hukum diakui.

Saya hanya meminta hak saya dan kebetulan bagian dari peninggalan orang tua adalah tanah yang sedang didirikan tower tersebut ucap Karmin bin sarja (almarhum)
Adapun kepala desa tidak mau mendatangi keterangan ahli waris saya sudah sampaikan ke penyidik polres Karawang di krimum.

(Agus hs & rojak*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini