oleh

PEMKAB MANGGARAI TIMUR MOTIVASI PETANI MENANAM JAHE UNTUK KEKEBALAN TUBUH

KUPANG (NTT) POROS NUSANTARA – Pandemi global Covid-19 bukan hanya memberi efek kepanikan bagi warga, tetapi setidaknya memberikan berkah bagi para produsen tanaman obat. Pasalnya, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari paparan virus corona dengan menjaga imun tubuh tetap sehat.

Berkenaan dengan hal tersebut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menginstruksikan jajaranya untuk terus mendorong pengembangan tanaman herbal dan tanaman obat yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat tinggi khususnya di tengah situasi pandemi saat ini.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan seseorang adalah dengan rutin meminum jamu Rimpang atau herbal. Banyak bahan alami yang berasal dari bumi ini diyakini mampu meningkatkan kekebalan atau daya tahan tubuh,“ ungkap Mentan SYL.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Manggarai Timur, mendorong petani untuk menanam Jahe dan Jahe Merah.Kadistan Manggarai Timur Yohanes Sentis, SPmmengatakan, hamparan lahan kosong di daerah ini masih sangat luas. Diharapkan petani memanfaatkannya dengan tepat.

Menurut dia areal tanam di wilayah Manggarai Timur ini potensial untuk tanaman Jahe, sehingga instansi teknis terkait khususnya para penyuluh pertanian melalui Badan Penyuluhan Pertanian diminta untuk melakukan transfer teknologi kepada petani, tentang budidaya Jahe apalagi jenis rempah-rempah ini dinilai bisa mencegah virus corona yang tengah mewabah.

BACA JUGA  BPTP NTT- IP2TP Naibonat Panen Padi Ditengah Pandemi Corona

“Masyarakat kami imbau untuk menanam jahe, di kebunnya atau di halaman rumahnya. Penanaman tidak memakan lahan yang luas dan bisa dilakukan di polibek,” ujarnya.

Dinas Pertanian Kab Manggarai Timur Yohanes Sentis, Selasa (19/5/2020). Menjelaskan,  dengan mengkonsumsi jahe, kunyit atau temulawak bisa meningkatkan stamina dan imun tubuh manusia sehingga bisa menghindari virus corona.

Arahan Pemerintah ini di aminkan oleh Kelompok Tani Taga, Desa Golo Nderu, Kecamatan kota komba, Kabupaten Manggarai Timur yang di ketuai oleh Remegius Jebarus.

Kelompok Tani Taga Menagkap peluang Yang bagus di tegah Pandemi corona dengan membudidayakan jahe karena sekarang Jahe menjadi salah satu primadona Rimpang penguat imun penagkal corona.

Menurut Ketua Kelompok Tani Taga mereka menanam jahe di lahan 25 ha Jahe Lagi naik daun sekarang di tengah Pandemi Corona.

BACA JUGA  Kota Depok Data Pasien Sembuh Masih Sama, Pasien Terjangkit COVID-19 Bertambah

“ kami menanam jahe secara swadaya dengan anggota kelompok lainnya di luasan 25 ha di mulai sejak januari 2020 karena jahe adalah rimpang dan bumbu dapur yang sangat banyak peminatnya dan gak akan putus permintaan apalagi sekarang di tengah pandemi corona” ujar Remigius.

Lanjut Remigius penanaman jahe di lakukan secara tumpang sari dengan tanaman lain yaitu kacang merah.

“ Untuk mendapatkan hasil tambahan dari kebun Jahe yang saya miliki, biasanya saya dan sebagian besar petani di sini memanfaatkan lahan kebun itu dengan menambahkan jenis tanaman lainnya seperti Kacang Merah dengan sistem tumpang sari,” kata Remigius.

Bertolomeus Sau,S.Pt selaku penyuluh pendamping mengatakan di tengah pandemic crona ini kami memotivasi petani untuk menanam jahe karena jahe merupakan salah satu rimpang yang lagi naik daun dan di cari-cari banyak orang, dan penanamannya dengan sistem tanam tumpang sari cara sangat baik dan banyak manfaat yang bisa di dapatkan oleh petani selain dari keuntungan iru sendiri
“manfaat yang yang didapatkan petani saat menggunakan metode Tumpang sari di lahannya bisa Mengurangi resiko erosi tanah akibat air hujan, Mennyuburkan serta memperbaiki struktur tanah, Apabila ukuran lahan kecil, maka metode Tumpang Sari dapat memaksimalkan lahan tersebut menjadi lebih berpotensi” kata Berto.

BACA JUGA  Pentingnya Peran Saksi Pelaku (Justice Collaborator) dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa produksi pangan harus jalan terus tetapi hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani juga harus dilakukan karena mereka ujung tombak ketahanan pangan negara.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Kepala BPPSDM Prof Dedi Nursyamsi bahwa pertanian tidak berhenti.

“Petani dan penyuluh tetap bekerja di lahan pertanian dengan semangat, serta mendorong petani tetap produktif dalam upaya penyediaan pangan di tengah pademi covid-19,” kata Dedi Nursyamsi.

(BBPP Kupang/ amperawati)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini