by

MENGENAL LEBIH JAUH TANAMAN RIMPANG JAHE

KUPANG (NTT), POROS NUSANTARA – Covid-19 memicu peningkatan konsumsi tanaman rimpang seperti jahe, temu lawak, kunyit, temu giring ‘naik daun’ yang diyakini ampuh menangkal virus Corona sehingga meningkatkan permintaan pasar yang memicu harga jual rimpang yang menguntungkan petani.

Zingiber Officinale atau jahe merupakan tanaman herbal yang mudah dijumpai dan sangat cocok dibudidayakan di Indonesia. Jahe dapat ditanam dengan sangat mudah di lahan terbuka atau media lain seperti polybag. Meski begitu, jahe tetaplah tanaman yang perlu cara khusus dalam menanamnya.

Dari jenis, bentuk, besar rimpang, dan warnanya, jahe dibagi atas tiga jenis, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah. Jahe dapat ditanam di tanah yang memiliki ketinggian 200-600 meter di atas permukaan laut dengan rata-rata curah hujan 2.500-4.000 mm/tahun. Namun, pada umumnya, jahe di Indonesia hanya ditanam di pekarangan rumah dan pemanfaatannya pun sebatas untuk konsumsi rumah tangga.

Kepala BPPSDMP Kementan Prof Dedi Nursyamsi menyoroti dukungan instansi teknis di daerah untuk membekali penyuluh pertanian dengan pengetahuan plus keterampilan budidaya rimpang. Tujuannya, agar petani rimpang lebih bergairah menanam karena sejahtera.

Dedi Nursyamsi kembali mengingatkan instruksi dan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo kepada jajarannya agar memantau produksi sektor pertanian selama masa pandemi Covid-19.

“Saat ini mulai masa panen raya Maret – April, petani harus dipastikan memperoleh juga harga jual yang layak, sehingga terjaga kesejahteraannya,” katanya mengutip pesan Mentan SYL.

Jenis tanaman ini dapat hidup secara liar maupun dipelihara karena ini cukup mudah untuk dibudidayakan hanya dengan tanah yang subur dan memiliki cukup air maka tanaman ini sudah mampu bertahan hidup dan berkembang dengan baik.

Jahe sendiri hidup berkembang didalam tanah yang menyerupai jenis umbi-umbian dengan kedalaman sekitar 5 cm didalam tanah. Untuk mengenal tanaman jahe lebih jauh, perlu anda tahu bahwa jahe memiliki beberapa jenis yaitu jahe merah, jahe putih (jahe emprit), dan jahe gajah.

BACA JUGA  Kementan dan FAO Petakan Kapasitas Epidemiologi dan Surveilans di Indonesia

Nah ingin tahu pembahasan dari tiap jenis jahe? Berikut ulasannya untuk Anda.

1. Jahe Putih (Jahe Emprit)

Jahe putih merupakan jenis jahe yang biasa kita temui dan merupakan jenis jahe yang banyak dikonsumsi baik dalam bentuk olahan makanan maupun dalam bentuk minuman. Jahe putih memiliki besar diameter sekitar 1cm, memiliki warna kulit putih kekuning-kuningan, daging jenis jahe ini memiliki warna yang hampir sama dengan kulitnya yaitu putih yang sedikit warna kuning dibagian tengah daging jahe. Rasa jahe ini memiliki rasa yang khas pedas dan hangat yang tidak terlalu menyengat, sehingga jahe jenis ini banyak digunakan dalam konsumsi sehari-hari baik dalam jenis olahan makanan, kue maupun minuman dengan komposisi air dingin maupun hangat.

 

2. Jahe Gajah

Jahe gajah juga merupakan salah satu jenis jahe yang memiliki postur yang sedikit lebih besar dari jenis jahe putih. Diameter yang dimiliki pada jenis jahe ini sekitar 1 hingga 2 cm. Memiliki warna kulit dan daging yang sama dengan jahe putih yaitu memiliki warna kulit putih sedikit kekuning-kuningan dan memiliki warna daging putih dan sedikit kekuningan dibagian 3. Jahe Merah.

3. Jahe Merah

Jahe merah merupakan salah satu jenis jahe yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan baik campuran bahan obat-obatan kimia maupun herbal. Jenis jahe ini jarang atau bahkan tidak digunakan dalam campuran pengolahan jenis makanan maupun minuman. Jahe merah merupakan jenis jahe yang memiliki rimpang yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis jahe putih. Memiliki warna kulit yang kemerah merahan. Dagingnya pun memiliki warna yang kemerah-merahan dan sedikit putih dibagian tepi daging. Jenis jahe ini memiliki diameter kurang lebih 0.5 cm sampai 1 cm.tengahnya. Perbedaannya dengan jenis jahe putih yaitu pada rasa jahe itu sendiri.

BACA JUGA  Kavillah Somarito Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua IWO Riau

Mau tahu istimewanya jahe bagi tubuh?

1. Antipenuaan dan Kanker

Jahe bersifat anti-inflamasi dan anti-oksidatif yang bisa mengendalikan proses penuaan. Manfaat jahe lainnya, tanaman herbal ini juga memiliki potensi antimikroba yang dapat membantu dalam mengobati penyakit menular. Bahkan, manfaat jahe disebut-sebut dapat mencegah berbagai kanker.

Akan tetapi, ada satu hal yang mesti digarisbawahi. Menurut jurnal di atas, meski potensi antikanker jahe telah terdokumentasi dengan baik, manfaat jahe terhadap kanker masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum mengklaim kemanjurannya.

2. Meredakan Nyeri Haid

Rutin mengonsumsi air jahe bisa membatu mengurangi nyeri yang terjadi saat menstruasi. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa jahe yang dikonsumsi dapat meredakan nyeri menstruasi pada wanita. Bahkan, khasiat dari jahe disebut tak berbeda jauh dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

Untuk mendapatkan manfaat jahe untuk meredakan nyeri, cobalah untuk mengonsumsi air jahe setidaknya empat gelas. Minum cairan tersebut selama dua hari masa awal menstruasi. Efek jahe pada perut disebut mampu memberi efek menenangkan dari nyeri.

3. Menurunkan Glukosa Darah sampai Kolesterol

Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health – mengenai khasiat jahe, rutin mengonsumsi jahe juga bisa menurunkan glukosa darah secara signifikan. Tak cuma itu, konsumsi jahe secara rutin juga bisa menurunkan kolesterol LDL (lemak jahat), trigserida, sekaligus meningkatkan HLD (lemak baik).

4. Memperkuat Sistem Imun

Mau sistem imun tetap prima? Mudah kok, konsumsi saja jahe secara rutin. Jahe banyak mengandung vitamin C dan magnesium. Kandungan ini membuatnya membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun. Selain kedua zat tersebut, jahe juga memiliki kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones yang dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.

5. Menangkal Infeksi Bakteri dan Virus

Khasiat jahe juga bisa membantu tubuh untuk menangkal infeksi bakteri dan virus tertentu. Kok bisa? Kandungan gingerol dalam jahe dipercaya bisa menghambat infeksi bakteri. seperti shigela, E.coli, dan lain-lain.

BACA JUGA  Kemenperin Fasilitasi 411 IKM Bikin Desain Kemasan dan Merek yang Apik

Tak hanya itu saja, manfaat minum jahe juga bisa meningkatan sistem imun tubuh, sehingga dapat mencegah kerusakan DNA dan stres. Bahkan, manfaat minum jahe secar rutin juga bisa membantu mengatasi pilek dan flu.

6. Meredakan Sakit Otot

Manfaat minum jahe secara rutin juga bisa membantu kita untuk meredakan sakit otot. Menurut studi dari University of Georgia, Amerika Serikat, jahe memiliki efek antiperadangan yang juga berkhasiat mengurangi sakit otot.

Dalam penelitian itu, para ahli melakukan riset terhadap 74 orang untuk melakukan beberapa jenis latihan.

Subyek penelitian tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberi suplemen jahe dan kelompok yang hanya diberi pil mengandung gula.

7. Meredakan Morning Sickness

Menurut studi dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, jahe bermanfaat untuk meredakan gejala morning sickness pada awal kehamilan. Ekstrak akar jahe telah digunakan lebih dari dua ribu tahun untuk mengatasi gejala gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan bersendawa.

Hal yang perlu ditegaskan, cobalah tanyakan pada dokter sebelum memutuskan untuk rutin mengonsumsi jahe. Sebab, ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari konsumsi jahe secara rutin.

Misalnya, ibu hamil dan menyusui, pengidap penyakit jantung, diabetes, dan orang-orang yang memiliki gangguan pembekuan darah. Dengan kata lain, jahe termasuk tanaman herbal, tetapi tetap ada efek samping yang bisa ditimbulkan. Contohnya, rasa tidak nyaman pada perut, diare, dan nyeri pada ulu hati.

(BBPP Kupang/ Amperawati*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini