by

Tuntutan dari JPU, Terdakwa Kasus Pencucian Uang dan Penipuan Perumahan Syari’ah Fiktif hanya di tuntut 3 Tahun Penjara ?

Poros Nusantara, Tangerang – 19 Mei 2020, Tuntutan yang dikeluarkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada para terdakwa kasus pencucian uang dan penipuan hanya dihukum maksimal 3 tahun penjara dan denda 500 juta.

Berdasarkan dari bukti yang ada di persidangan yang mana memanggil saksi dari Bank, mantan audit, mantan admin dan juga mantan marketing, sudah jelas bahwa para terdakwa melakukan penipuan dan tindak pencucian uang salah satunya ada transaksi ke keluarga terdakwa. Ironisnya pasal TPPU tidak dicantumkan oleh ke empat terdakwa ( Suswanto, Moch. Arianto, Supikatun dan Cepi Burhanuddin), hanya dicantumkan pasal penipuan saja.

ASY (korban) yang didampingi kuasa hukumnya saat dijumpai awak media menjelaskan, “Kami tidak terima dengan tuntutan JPU yang sangat ringan kepada para terdakwa, saya mempertanyakan kemana pasal TPPU yang dilaporkan pada saat di Polda Metro Jaya Subdit 2 unit 3 Harda, Kenapa tidak dicantumkan untuk ke 4 para terdakwa? padahal bukti sudah sangat jelas”, ungkap korban.

BACA JUGA  CSIS Global Dialogue Day 1

Ahmad Rohimin, S.H., M.H, & Partners, “Keadilan harus ditegakan, Saya mempertanyakan pasal TPPU yang dilaporkan pelapor di Polda Metro Jaya Subdit 2 Unit 3 Harda pada November 2019 lalu, kenapa hanya dicantumkan pasal penipuan?. Perlu diingat. Ke 4 terdakwa juga sudah menipu sebanyak 3680 korban dengan kerugian lebih dari 41 Miliar, terakhir terdakwa ini juga sudah mencemarkan nama baik Muhammadiyah.

BACA JUGA  Tim Penilai Transparansi Dana DesaTahun 2019 Tingkat Kab. Tanah Datar Sambangi Nagari Sungai Jambu

NA (korban) “Pelaku ini sangat meresahkan dan merugikan masyarakat di kemudian hari. Saya mewakili para korban yang lain mempertanyakan sikap JPU yang idealnya dengan teliti membaca dan mempelajari dengan baik terkait kasus ini, JPU itu seharusnya ada bersama korban bukan bersama lawan”.

Walaupun kecewa dengan tuntutan yang diberikan JPU, JP selaku koordinator korban mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media tv, online dan cetak yang mana selalu setia mendampingi kasus ini, dan juga ucapan terima kasih kepada Polda Metro Jaya Subdit 2 Unit 3 Harda, yang membantu mengungkap kasus penipuan dan pencucian uang di Perumahan Syari’ah Fiktif ini”.

BACA JUGA  POLRES METRO JAKARTA PUSAT GELAR APEL PASUKAN OPERASI LILIN JAYA 2019

Sementara sambil menunggu putusan hakim, para korban masih mencari keadilan di Pengadilan Negeri Tangerang dan berharap PN Tangerang benar-benar bersih, adil dan jujur. Semoga ada perhatian khusus dari pemerintah terkait, agar ada efek jera untuk ke empat para terdakwa.

(Red*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini