oleh

BPTP NTT- IP2TP Naibonat Panen Padi Ditengah Pandemi Corona

Kupang, ( NTT) Porosnusantara.co.id -Walaupun pandemi virus corona masih menyebar di seantero dunia termasuk di Provinsi NTT, tapi tidak menyurutkan niat BPTP NTT-IP2TP Naibonat melakukan panen padi untuk benih sumber.

Panen padi jenis VS dilahan seluas 5 hektar yang dikembangkan di Instalasi Penelitian dan pengkajian Tehnologi Pertanian (IP2TP) Naibonat, Kabupaten Kupang, agar benih sumber selalu tersedia.

Penanggung Jawab IP2TP Naibonat yang merupakan UPT di bawa BPTP NTT, Gabriel Wae menyampaikan hal ini kepada wartawan di Naibonat, Selasa (5/5/2020).

Dijelaskan Gabriel, lahan di IP2TP Naibonat secara keseluruhan mencapai 47 hektar lahan kering. Dengan lahan kering yang ada, pihaknya mengoptimalisasi lahan yang ada dengan mengembangkan beberapa varietas benih yang dihasilkan Badan Litbang.

“Ini merupakan display dari varietas baru yang merupakan hasil launching khusus BB Padi. Dulu kita tidak menanam tapi memperkenalkan sebagai contoh ke petani. Tapi sekarang kita harus tanam sebagai benih sumber seperti padi inpari IR nutrisi untuk mengatasi stunting,” jelas Gabriel.

Menurutnya, selama ini petani cuma diperkenalkan varietas tapi saat ini petani didorong mau produksi benihnya. Ada penangkar sehingga tersedia benih sumber.

“Ada enam varietas yang saya tanam untuk menghasilkan benih sumber kelas VS atau label putih. Jadi label putih itu disiapkan untuk penangkar bisa beli guna dikembangkan lebih lanjut. Juga saya kembangkan Inpari 43 dan Inpari 42. Padi ini umurnya 80 hari sudah bisa panen. Lebih cepat dan cocok untuk lahan kering dengan optimalisasi curah hujan yang ada,” kata Gabriel.

Khusus varietas padi Inpari Nutrisi, Inpari 43 dan Inpari 42, jelasnya, baru dikembangkan sedangkan varietas padi jenia siheran, situwugeni, towuti, membramo sudah lama ditanam petani. Petani lebih dominan suka menanam padi jenis siheran.

Soal panen padi yang dilakukan saat ini di tengah pandemi corona, Gabriel menjelaskan, mereka menanam di luasan lahab enam hektar saja karena kepastian hujan yang ada minim apalagi ketersediaan air di embungpun tidak ada.

“Target saya hasil panen benih padi sumber diluasan lahan 5 ha diharapkan dapat 20 ton benih bersertifikat,” tambah Gabriel.

Hadir pada kesempatan panen padi, Wakil Ketua DPRD NTT , Chris Mboeik, Ketua Komisi II Kasimirus Kolo, Sekertaris Komisi II, Maria Nuban Saku, Kepala BPTP NTT, Sek Distan Provinsi NTT, Micdonth A. Bolla.

(Amperawati*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini