oleh

Berkah Ramadhan Penyuluh dan Petani Manggarai Barat Panen Padi.

Kupang, ( NTT) Poros Nusantara – Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi pangan di tengah pandemi Covid 19. Dengan dibantu penyuluh pertanian, petani memiliki semangat tinggi untuk terus berinovasi meningkatkan produktivitasnya.

Kementerian Pertanian dalam keadaan ini memiliki kewajiban untuk mendukung dan memfasilitasi petani guna memastikan stok bahan makanan tersedia. Beberapa langkah yang diambil Kementerian Pertanian yaitu, meningkatkan pasokan input pertanian seperti benih, pupuk, pestisida, dan obat -obatan pertanian lainnya secara cepat agar produksi terus berjalan, serta memastikan distribusi pangan secara kontinyu khususnya ke anggota masyarakat dan petani yang kurang mampu.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti.

Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani didampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun di tengah pandemi global corona saat ini dengan memperhatikan protocol kesehatan dan pola hidup sehat.

Salah satu cara menjaga pola hidup sehat adalah dengan memperhatikan konsumsi makanan. Pertanian sebagai penyedia bahan pangan sumber karbohidrat, vitamin, dan protein memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Produksi bahan makanan terus berjalan tanpa kenal hari libur.

Di kabaupaten Manggarai Barat sejak Maret sampai dengan April terus melakukan panen Salah satunya di tunjukkan oleh Kelompok tani Tungku Mose, Desa Golo Tantong, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat Panen (28/4) seluas 12 ha, dari luasan potensi Panen: 120ha, masa panen 7 hari, dengan varietas mekonggag, Produktivitas 4,2 ton GKP/ha.

Germanus Agung, Penyuluh lapangan mengatakan, “ Kami penyuluh tetap bekerja seperti biasa di lapangan, memotivasi dan memberikan bimbingan kepada petani dan merasa senang dan bangga bisa panen dan hasilnya bagus” katanya

Lanjutnya, walau ada wabah tapi mereka tetap bekerja seperti biasa dengan tetap waspada dan menjalankan himbauan pemerintah yaitu berjemur, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan dan menerapkan kebiasaan hidup bersih, serta menghindari berkerumun ketika mengambil input pertanian.

( Rilis BBPP Kupang, amperawati*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini