oleh

Pamit Pergi Kerja Dengan Keluarga Saat Pulang Sudah Menjadi Jenazah

Poros Nusantara – Adalah RIDIN (37 tahun) kelahiran Desa Karang Nangka, RT/RW 02/01, Kec. Bukateja, Kab. Purbalingga, yang kesehariannya menjadi seorang buruh lepas/kuli bangunan.

Hari Rabu tanggal 29 April 2020 sekitar pukul 7.30 WIB, seperti biasa Ridin setiap mau bekerja tidak pernah lupa untuk berpamitan dengan sang istri dan tidak lupa juga kepada kedua orang tuanya.

Sobari (Ayah) menuturkan, pada rabu pagi anaknya berpamitan untuk bekerja sebagai kuli bangunan di desa Kembangan, Dukuh Lawi Gedhe, di sekitar wilayah PonPes MINHAJUT THOLABAH (minthol) Kec. Bukateja, Kab. Purbalingga.

Setelah menjelang maghrib anak saya kok tidak pulang – pulang, saya kira melanjukan pekerjaannya sampai diluar jam kerja, atau lembur, pada saat itu keluarga sudah mulai resah karena sudah larut malam belum pulang juga. Sobari dan keluarga malam itu juga melakukan pengecekan ketempat anaknya bekerja, ternyata hari itu Sdr. Ridin tidak masuk kerja.

BACA JUGA  Masuk Fase "New Normal", Satu Orang Positif Covid-19 Sawahlunto di Rujuk ke RS Semen Padang

Disisi lain, pada hari Rabu 30 April, pukul 16.00 wib di Dusun Kemangunan, Desa Purworejo Klampok, Kab. Banjar Negara digegerkan penemuan mayat mengambang di sungai Serayu oleh penambang pasir tradisional.

Korban ditemukan tanpa identitas oleh warga sekitar dan langsung dilaporkan ke polsek Purworejo Klampok dan oleh pihak kepolisian langsung dibawa kerumah sakit EMANUEL guna kepentingan outopsi untuk menentukan ada atau tidaknya tanda kekerasan.

Dikarenakan mayat tanpa identitas, oleh pemerintah desa Puworejo Klampok diviralkan lewat sosial media (sosmed).

BACA JUGA  Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wahyu,SE Sambangi Posko COVID 19 Desa Talago Gunung.

Sempat disemayamkan selama satu malam dirumah sakit EMANUEL, keesokan harinya
keluarga Sobari mendapatkan informasi dari tetangga yang kebetulan mendapatkan informasi lewat sosmed tersebut.

Saat itu juga Sobari bersama keluarga mendatangi rumah sakit Emanuel
guna memastikan apakah mayat tersebut anggota keluarganya atau bukan, setelah di cek ternyata mayat tersebut adalah Ridin yang dari kemarin tidak pulang dan keluarga sudah mengikhlaskan kematian almarhum Sdr. Ridin, dan pihak keluarga meminta kepada petugas rumah sakit untuk tidak dilakukan otopsi dan jenazah dibawa ke rumah duka di desa Karang Nangka.

Walaupun tidak dilakukan otopsi, pihak rumah sakit tetap melakukan tugasnya sesuai Protap COVID-19 sebelum pemakaman, karena kematian almarhum Sdr. Ridin tidak jelas penyebabnya, demi antisipasi ada penyakit virus corona.

BACA JUGA  Acara Pengukuhan DPN IKAPTK

Menurut sumber saksi mata, almarhum sering terlihat pergi ke pinggir kali Serayu sebelum memulai melakukan pekerjaannya untuk BAB.

Ada kemungkinan si korban bisa saja terpeleset atau yang lain yang bisa menyebabkan almarhum hanyut di sungai tersebut. Kebetulan tempat tersebut airnya cukup dalam dan sangat berbahaya bagi siapapun yang berenang di tempat tersebut, korban meninggalkan seorang istri dan belum mempunyai keturunan.

(Sri Handoyo*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini