oleh

Siasati Pakan di Tengah Musim Kemarau, BBPP Kupang manfaatkan Fermentasi Jerami Padi.

KUPANG. Porosnusantara.co.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta para pejabat yang membidangi fungsi peternakan menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam memenuhi kebutuhan sapi dan pangan hewani di Indonesia.

“Untuk pemenuhan pangan hewani dalam negeri, semua harus di-PAKSAKAN, yaitu singkatan dari Planning yang benar, Atensi yang besar, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen Atas dasar Negeri,” kata Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menghimbau petani milenial yang keluar dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) harus bisa menjadi petugas Inseminasi Buatan (IB) yang handal, profesional dan berjiwa wirausaha tinggi.

“Indonesia akan menjungkirbalikkan keadaan dari negara pengimpor daging menjadi negara pengekspor daging. Kita harus memiliki daging yang berdaya saing tingg oleh karena itu Terbukti teknologi IB dan manajemen pakan harus diperhatikan dengan serius” ujarnya.

Upaya peningkatan produktivitas ternak sapi dihadapkan pada keterbatasan jumlah hijauan pakan ternak khususnya di musim kemarau, sehingga perlu dicarikan pakan alternatif untuk mensubstitusi rumput lapangan/HMT.

Salah satu alternatif untuk penyediaan pakan yang murah dan kompetitif adalah melalui pemanfaatan limbah pertanian terutama jerami padi.

Panen padi yang dilakukan oleh para petani di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang beberapa hari terakhir, mebawa berkah bagi Instalasi Ternak BBPP Kupang

Pasalnya sisa batang padi atau jerami yang telah dipanen bisa dimanfaatkan BBPP Kupang untuk pakan ternak. Jerami juga dapat disimpan hingga berbulan-bulan untuk pakan ternak setelah dikeringkan atau di fermentasikan.

BACA JUGA  KOGAWAD Berharap, Kadiskominfo Kota Depok yang Baru Bisa Mengayomi dan Fleksibel

Muhammad Ukkas selaku Kepala Bagian Umum BBPP Kupang menjelaskan, musim kemarau seperti saat ini para instalasi Ternak BBPP Kupang harus bejibaku mengumpulkan pakan terutama dari jerami untuk stok pakan ternak agar tidak mengalami kesulitan atau kekurangan pakan rumput.

Lanjut Ukkas, para petani yang lokasi sawahnya dekat kantor saat ini sedang panen padi, maka maka instalasi ternak BBPP Kupang seperti mendapatkan berkahnya.

Abdul salam selaku Kasubbag Instalasi ternak mengatakan, meski tidak sesuka melahap rumput, namun jerami atau disebut pula dengan damen itu bisa juga jadi pilihan. Karena hewan ternak sapi atau kambing juga mau memakan damen tersebut.

“Hanya saja, damen itu setelah didapat tidak serta merta langsung diberikan ke hewan ternak, namun harus diangin-anginkan dan dikeringkan seharian. Setelah dikeringkan damen disiram air yang diberi garam, kemudian baru diberikan kepada hewan ternak seperti sapi atau kambing,” ujarnya.

Penggunaan jerami padi sebagai makanan ternak telah umum dilakukan di daerah tropik dan subtropik, terutama sebagai makanan ternak pada saaat musim kemarau, akan tetapi penggunaan jerami padi sebagai makanan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai gizi yang rendah yaitu rendahnya kandungan protein kasar, lignin dan silika.

Untuk memenuhi asupan gisi pada pakan jerami dan untuk menjaga ketersediaan pakan makan jerami pada yang sudah di kumpulkan di fermentasi agar dapat di gunakan beberapa bulan kedepan untuk mengatasi kekurangan pakan.

BACA JUGA  DPRD TRENGGALEK STUDI BANDING BUMDES DI NTT

Peningkatan jerami padi melalui biologi adalah melalui fermentasi. Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana yang melibatkan mikroorganisme dengan tujuan menghasilkan suatu produk yang mempunyai kandungan nutrisi, tekstur yang lebih baik memperpanjang masa penyimpanan, mengendalikan pertumbuhan mikrobia, mempertahankan gizi yang dikehendaki, menciptakan kondisi kurang memadai untuk mikrobia kontaminan.

Cara baru yang relatif murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak adalah fermentasi dengan menambahkan bahan mengandung mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik (contohnya: starbio, starbioplus.

MANFAAT JERAMI FERMENTASI

1. Mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jerami biasa (sekitar 7 – 9%);
2. Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia;
3. Nilai gizi pakan meningkat;
4. Beraroma harum, tidak berbau busuk;
5. Lebih higienis;
6. Bahan mudah didapat dan murah;
7. Sebagai cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah.

BAHAN DAN UKURAN UNTUK FERMENTASI

1. Jerami padi kering, kadar air -/+ 10%, bisa dalam bentuk jerami utuh sebanyak 800 kg
2. Probiotik In Vivo/vitro 3 liter
3. Molase/tetes tebu sebagai sumber energy awal buat mikrobia pada awal inkubasi 20 kg
4. Air biasa sumur tanpa klorinasi 177 liter.

Catatan :
Jika jeraminya basah, kadar air 20 – 25%, maka menambah airnya sedikit saja atau diperkirakan nantinya jerami mengandung air berkisar 25 – 30%.

BAGAIMANA MENGOLAHNYA

1. Cari tempat yang berlantai tanah atau semen, lebih tinggi minimum 50 cm dari sekitarnya, ditaburi kapur dan harus yang teduh (tidak terkena panas dan hujan)
2. Tumpuk jerami padi setebal 20 cm padatkan dengan cara diinjak-injak atau dipadatkan pakai alat stemper (pemadat tanah uruk)

BACA JUGA  Jamuan Buah Tropis Ala Presiden Jokowi, Sekaligus Membuka Pintu Ekspor

3. Menyiapkan formula probiotik sebgai bioactivator. Campur Win_Prob In Vivo dengan molase 2% dan air (sesuai ukuran yang disediakan di awal)

4. Siramkan ke seluruh permukaan jerami agar merata (jika jerami sudah basah, tidak perlu disiram dengan air, cukup dipercik-percikan dengan larutan probiotika)
5. Tumpuk lagi dengan jerami setinggi 20 cm, disiram larutan probiotika sambil dipadatkan, bisa sampai 5 lapis atau lebih

6. Ulangi lagi sesuai langkah (3) hingga jerami habis. Kemudian ditutup total dengan plastik atau terpal dan biarkan terfermentasi selama 30 hari

7. Pada hari ke-7 bila periksa aroma (bau) yang timbul pada tumpukan jerami. Jika aroma jerami sudah berubah beraroma harum seperti tape dan serat-serat jerami sudah lunak (periksa dengan cara pegang dan remas-remas), serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur berwarna putih dan kuning, maka proses pembuatan fermentasi sudah selesai.

Agar Jerami fermentasi tetap bagus kualitasnya dan dapat di gunakan beberapa bulan kedepan jerami fermentasi itu di press dan di masukan kedalam plastic rap dalam bentul bal-bal jerami.

(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini