oleh

Pemerintah Dihimbau Meninjau Ulang Status Kepemilikan Tanah PT. Semen Kupang ( Persero )

Poros Nusantara, NTT – Keluarga Manongga melalui Bapak Drs. Marthen at. Manonggs, MM, telah mengadu ke Pemerintah melalui kantor Sekretariat Negara agar meninjau ulang status kepemilikan tanah PT. Semen Kupang , yang belum menyelesaikan pembayaran atas tanah milik keluarga Manongga.

Seperti kita ketahui bahwa luas tanah yang dimiliki oleh keluarga Manongga sesuai GS No. 164 / 1976 seluas 176.744 M2 dengan titik koordinat :
Utara. : Berbatasan dengan tanah milik Ngongo Dewa,
Selatan. : Berbatasan dengan kali mati,
Timur. : Berbatasan dengan tanah milik T.H. Buan,
Barat. : Berbatasan dengan T.H. Buan dan E. Saeketu.

BACA JUGA  KPK Periksa Menag, Lukman Hakim Saifuddin Pada Rabu Besok

Dari tanah GS no. 164/1976 seluas 176.744 M2 telah di beli dan di bayar lunas oleh oleh keluarga Manongga dengan akte jual beli no. 7/KKN/1976. Tanggal 26 April 1976. Dan telah di Syahlan oleh pengadilan nomor 1062/,SB/1998/PN Kupang, Keluarga Manongga juga sudah bayar lunas IPEDA Rp. 23.835,60.

Dari luas tanah 176.744 M. Telah di jual oleh kakak saya drs. AT. Manongga kepada PT. Semen Kupang sebagai pembeli sesuai GS No. 993 / 1993 seluas 58.210 M2 dan baru di bayar sesuai Akte Jual Beli no. 7 tahun 1976 . PT. Semen Kupang berjanji akan melunasi pembayarannya sisa luas tanah 118.534 M2. Hingga saat ini belum di bayar.

BACA JUGA  BNNK Sawahlunto Gelar Fun Bike Hadiah 1 Unit Sepeda Motor

Sesuai gambar situasi tanah yang kami sampaikan disini untuk warna oranye adalah milik Keluarga Manongga sebesar 118.534 M2 belum di bayar, yang berwarna hijau seluas 58.210 M2 sudah di bayar oleh PT. Semen Kupang.

BACA JUGA  Merasa Bersalah, Netizen Pengungkap Ujaran Kebencian Terhadap Wartawan, Meminta Maaf.

Kami menghibau kepada pemerintah agar segera melunasi sisa tanah yang di pakai oleh PT. Semen Kupang 118.534 M2. Segera melunasi pembayaran kepada keluarga Manongga, demikian berita ini disampaikan oleh bapak Drs. Marthen AR. Manongga, MM, adik dari Bapak Abram Tuce Manongga.

(Drs. Marthen AR. Manongga, MM*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini