oleh

Gedung Rawat Inap Puskesmas karang Bahagia gagal Kontruksi, LSM Kampat MAS RI dan Laskar NKRI akan Tindak Lanjuti ke  Kejaksaan.

Poros Nusantara karang bahagia (21-02-20) kab.Bekasi – Dalam beberpa pekan lalu pasca beredar dan viralnya SMP 3 Karang bahagia terkait bangunan yang terjun langsung dari beberpa mahasiswa di Bekasi, Kini kembali ditemukan bangunan Gedung Rawat inap Puskemas Karang bahagia yang lebih memprihatikan dari SMP 3 Karang bahagia yang viral pekan lalu.

Tim Investigasi LSM Kampak Mas RI dan Laskar NKRI twrjun langsung ke lokasi dan berkeliling memeriksa dan mengamati keadaan bangunan tersebut.

BACA JUGA  RIBUAN SISWA ANTUSIAS HADIRI UPACARA GABUNGAN

Dalam investigasi di temui beberapa item yang rusak berat sepeti tiang penyanggah yang retak besar sampai kurang lebih 10cm. Plapon yang bocor, saluran air yang rusak plapon ruaangan dalem yang ambrol dinding tembok yang etak dari dinding depan, samping dan belakang.

Gedung rawat inap Puskesmas Karang bahagia pengerjaannya bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2018, pemenang tender PT. Timbang Cipta Laksana yang beralamat di Ruko Kantor Royal Palace Jl.Prof.Dr.Soefomo SH, No 178A – C.23 , Kel.Menteng dalam Kecamatan Tebet Jakarta Selatan.

BACA JUGA  Penyuluh dan Petani Buktikan Kerja Ekstra sebagai Pejuang Garda Terdepan Pertanian

Ketua Kampak Mas RI Bahyudin mengatakan kepada Poros Nusantara seharus nya pihak dinas terkait terutama PPK, Pengawas, dan consultan bertanggung jawab dalam perencanaa pembangunan,serta lebih pul dalam pengawasan.

Ini sangat merugikan nasyarakat karena gedung rawat inap tersebut sampai saat ini belum bisa di gunakan, dari sejak di bangun.

Di kantor DPD LSM Laskar NKRI Kab.Bekasi ketua LSM Laskar NKRI Kab.Bekasi A.Gasim mengamini pernyataan Ketua Kampak Mas RI, bahwa kerusakan gedung rawat inap tersebut sudah jelas tanggung jawab Dinas terkait, ujarnya.

BACA JUGA  Dalam Sepekan Dua Anggota DPRD Pelalawan Meninggal Dunia

Lanjut A.Gasim Lembaga LSM Laskar NKRI dan Kampak Mas RI akan segera melaporkan ke pihak Kejaksaan Negeri Bekasi, dan pihak Dinas PUPR harus segera memblacklist Perusahaan yang mengerjakannya yang di duga kuat ada kerugian uang negara dalan pembanguna gedung Rawat inap tersebut, tutupnya.

(Ujang*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini