oleh

Milad Pencak Silat Tunas Ratu Jaya Ke – 4.

Poros Nusantara – Perguruan pencak silat tunas ratu jaya (PSTR) merayakan milad ke -4, kegiatannya digelar di Gedung Kantor Kelurahan Ratu jaya yang lama , Jl.Raya Citayem, Gg.Masjid, Rt 07/ Rw 05, Ratu Jaya, Kec.Cipayung, Kota Depok, JawaBarat, Minggu, (16/2/2019).

Dalam kesempatan itu juga hadir, wakil walikota depok H.Pradi supriatna, Peringatan Milad PSTR dipenuhi ribuan orang mengenakan atribut baju pangsi layaknya jawara.

Sejumlah pengurus berbincang dengan tamu undangan termasuk wakil Walikota kota Depok, bang Pradi .

Pencak silat sebagai kebudayan bangsa yang ini akan kita kedepankan dan kembangkan lebih besar lagi di kota depok kita mempunyai, latar belakang yang berbeda tapi mau duduk bareng untuk menjaga dan melestarikan budaya kita yang amat kita cintai di kota depok ini, hal yang luar biasa kalo bukan mereka, Kalo bukan tokoh” kita.

Kalau bukan abang” kita,  ada diantara masing” berbagai pelosok” yang ada di kota depok.

Diberbagai lingkungan, diberbagai kelurahan, maka kami sebagai pemerintah hadir untuk saudara” kalian semua yang saya cintai, kata” Bang Pradi.

Usai kegiatan, Ketua Umum Pencak Silat Tunas RatuJaya, Baba yusuf mengatakan, dengan adanya Milad perguruannya tersebut merupakan silahturahmi pengurus dengan anggota perguruan pencak silat lainnya.

Pencak Silat Tunas Ratu Jaya merupakan perguruan, pencak silat tradisi yang di wariskan secara turun temurun kepada anak, sanak saudara, dan masyarakat di Kecamatan Cipayung.

Undangan yang hadir yaitu, LPM, RT/RW, PARA ALIM ULAMA, TOKOH MASYARAKAT Dan perguruan yang ada di kota depok antara lain : Lumbuk, Padepokan Nur Arsy, Mata Soya, Padjajaran cimande, Jawara Kood, Pms pengasinan, Cingkrik Sinan, Senggoro Macan, Ps.komplek betawi, Silo Macan Putih, Silat Golok Indonesia dan banyak lagi tak bisa di sebutkan satu persatu dan Peserta hadir pada kegiatan Milad,” kata “baba yusuf.

Ketua Pelaksanakan kegiatan, kusnadi mengungkapkan, Milad Pencak Silat Tunas Ratu Jaya, merupakan agenda tahunan perguruan untuk mempersatukan anggota. Tidak sedikit bekal dan nasehat diberikan kepada anggota untuk tetap rendah hati dan dapat bersinergi dengan masyarakat.

Anggota perguruan, lanjut Kusnadi dapat mengamalkan ilmu silat untuk kegiatan positif dan menjalankan perintah agama.
Kusnadi tidak ingin, anggota yang telah memiliki ilmu bela diri digunakan untuk hal negatif atau tidak sesuai dengan ajaran perguruan Pencak Silat Ratu Jaya (PSTR).

Sementara itu, Penasihat Pencak Silat RatuJaya, Ustad, yahdi menuturkan, anggota perguruan dapat mengamalkan ilmu pencak silat untuk kepentingan masyarakat dan menjalankan perintah agama.

Salah satunya menjaga kondusifitas dan tidak lepas jalur dari norma” agama yang kita miliki.

Yahdi meminta ilmu pencak silat ini terus ditularkan kepada anak cucu sebagai bekal bela diri untuk kehidupan.

“Lanjutkan semangat untuk menjaga dan melestarikan perguruan pencak sikat kota depok, kepada anak muda masyarakat kelurahan ratu jaya / Kecamatan cipayung,” tutup pria yang kerap di sapa bang nunu.

(Abie*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini