oleh

Untuk mengantisipasi kendalan dan keluhan yang akan terjadi , PDAM Kota Depok buat beberapa titik Reservoir .

 

Depok, porosnusantara – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok menggelar acara Sosialisasi Keseimbangan Hak dan Kewajiban antara PDAM dan Pelanggan Serta Sosialisasi Survey Kepuasan Pelanggan PDAM Tirta Asasta Kota Depok Tahun 2019 di salah satu Hotel di kawasan Margonda, Kamis (19/12/2019)

Dalam paparannya, Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, M Olik Abdul Holik memastikan pihaknya akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan terutama dalam merespon keluhan.

Dikatakannya, sejauh ini pelayanan PDAM kota Depok diyakininya sudah sesuai harapan pelanggan dan keluhan pelanggan juga sudah 100 persen terlayani dan tertangani.

“Minimal keluhan pelanggan 12 jam sudah tertangani, respon time juga akan kami rapihkan. Kami berkomitmen kapan pun pelanggan mengeluh terkait pelayanan, secepat mungkin kami layani,” tandas M. Olik

Olik juga mengungkapkan, terkait hak dan kewajiban pelanggan pihaknya juga sudah memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dimana katanya, sudah tertera hak dan kewajiban PDAM serta hak dan kewajiban pelanggan.

“Semua itu ada dalam bentuk perjanjian sehingga jelas kewajiban PDAM sampai mana dan hak pelanggan sampai mana. Sebagai contoh jika aliran air seharian mati maka akan ada semacam kompensasi itu tertera dalam perjanjiannya,” jelasnya.

Permasalahan yang sering dikeluhkan pelanggan awalnya masalah tekanan air di beberapa wilayah yang sangat kecil. Namun diterangkannya, seiring dengan berkembangnya teknologi masalah itu akhirnya dapat terselesaikan.

“Sekarang yang sedikit bermasalah terkait kualitas, namun kami bersyukur hal itu sudah berkurang jika dibandingkan beberapa tahun lalu,” ucapnya.

Disisi lain kata Olik, PDAM Tirta Asaata juga tengah mengantisipasi kemungkinan akan meningkatnya intensitas hujan besar yang berdampak pada gangguan intake pada Instalasi Air (IPA) Citayam dan Legong.

Pihaknya saat ini tengah melakukan proses peninggian intake, sehingga jika terjadi banjir besar maka diharapkan pompa tidak mati dan terendam lumpur serta sampah.

Upaya lainnya kata M Olik yakni memperbanyak reservoir atau bak penampungan sementara. Harapannya jika terjadi putusnya aliran air ke pelanggan maka pelanggan masih dapat terlayani dalam waktu 24 jam.

“Ada beberapa titik reservoir yang kami buat dan paling besar 20 ribu kubik di instalasi pengolahan air Legong. Kami juga membuka call center dan SMS center untuk pengaduan pelanggan,” jelas nya ( Wahyu gondrong )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini