oleh

Google Ajak Generasi Muda Tangkas Berinternet

Bantu anak agar cerdas, tangguh. bijak. berani. dan cermat di dunia online

Jakarta, Poros Nusantara – 1O Februarl 2020 Dalam rangka memperingati Hari Aman Berinternet Sedunia atau “Safer Internet Day” yang setiap tahunnya diselenggarakan pada tanggal 11 Februari, bersama dengan Yayasan Sejiwa dan Indonesua Online Child Protection (ID-COP) dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak RI (Kemen PPA). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbud). Kementerian Komunikasi dan Informatika Rl (Kemkominfo) dan Siberkreasi; Google Indonesia meluncurkan program Tangkas Berinternet . ( #Tangkas Berinternet ).

Tangkas Berinternet adalah sebuah program global Iiterasi digital dan keamanan online yang dijalankan oleh Google bertujuan untuk meningkatkan ketahanan berinternet anak-anak. Program Tangkas Berinternet memuat beberapa materi ajar untuk guru dan orang tua. situs terkait literasi digital, dan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua.

Riset Google bersama dengan Iembaga riset Fluent akan ‘Digital Wellbeing’ tahun lalu menunjukan internet adalah anak anak. internet membuka banyak peluang untuk beesosialisasi.

Di saat yang sama. ha| ini membuat anak-anak menghadapi resiko yang juga dihadapi orang dewasa. Buktinya, riset yang sama menunjukan bahwa 83% orang bahwa 1 dari 3 pengguna internet adalah anak – anak. Internet membuka banyak peluang untuk  bermain, belajar, dan menghadapi  risiko yang juga dihadapi oran tua di Indonesia.

Putri Alam, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Google Indonesia
menyampaikan, “Program ini adalah salah satu bentuk gerakan bersama untuk membantu memaksimalkan yang terbaik dari teknologi untuk anak-anak dan keluarga, sekaligus meminimalisir
resikonya.

Program ini memuat 5 topik penting agar anak-anak Cerdas, Cermat, Tangguh Bijak dan Berani Berinternet. Selain Iima topik tersebut, Tangkas Berinternet juga menyediakan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep Iiterasi digital dan keamanan online kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua.”

Diena Haryana, pendiri Yayasan Sejiwa, menambahkan “Berdasarkan pengalaman kami dalam memberikan pelatlhan bagi berbagai sekolah dan instansi, juga sebagai Iembaga yang fokus kepada pendidikan, kami melihat bullying sebagai Permasalahan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Terlebih lagi di era digital saat ini, internet dapat menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan dan hal-hal positif tetapi banyak juga disalahgunakan.

Kemudian apa yang harus dilakukan anak-anak ketika melihat bullying di dunia maya? Apa yang harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran pesan berbahaya atau intimidasi dunia maya? Hal-hal ini menjadi penting untuk dimengerti agar anak – anak Indonesia bijak berinternet.”

Di kesempatan yang sama Harris lskandar, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif program ini, “Anak-anak generasi masa kini tumbuh besar dengan teknologi.

Pemahaman akan literasi digital dan keamanan online serta melatih mereka untuk menjadi |ebih peka akan informasi yang mereka sebarkan atau dapatkan, dan bagaimana bersikap dalam dunia maya menjadi sangatlah penting untuk mengurangi risiko kejahatan cyber. Terima kasih kepada Google, Yayasan Sejiwa, dan Indonesia Child Online Protection (lD-COP) yang telah mengamb’n inisiatif untuk mempersiapkan anak. guru, dan keluarga Indonesia agar lebih cerdas, tangguh, bijak. berani, dan cermat di dunia online.

( Indratningyas* )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini