oleh

Bantuan PemKab Luwu Utara Sangat di Harapkan Warga Miskin di Desa Bone Subur

Poros Nusantara, Luwu utara, Sulsel – Dg Matteru seorang petani penggarap kebun coklat tetangganya , penghasilanya tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari harinya yang kadang hanya dapat penghasilan Rp.15.000-Rp20.000/hari.

Lelaki Dg Matteru yang berumur (70 tahun )ini tinggal di dusun Tetewaka,desa Bone Subur,Kecamatan Sabbang ,Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan bersama istrinya Indo Tang (68 tahun ) dan mertuanya Wettoing (85 tahun) yang saat ini terbaring sakit dirumahnya sudah hampir satu tahun ini.Adapun rumah tempat tinggal mereka juga sudah mulai lapuk dan rapuh.Keluarga ini sudah puluhan tahun tinggal desa tersebut.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya keluarga Dg Matteru hanya bergantung dan mengharap dari gaji petik coklat dan jagung di kebun tetangganya dengan upah minim.

Saat media porosnusantara.co.id melakukan komfirmasi dengan keluarga Dg Matteru menyampaikan bahwa sampai saat ini belum pernah mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat.

“Apakah bapak yang bernama Dg Matteru ?”.Iyah, Dg Matteru menjawab dengan jelas.”Apa bapak selama ini pernah mendapat bantuan dan nenek yang sakit ini sudah dapat biaya pengobatan ? “.Lalu Dg Matteru menjawab dengan tenang tidak pernah kepada kami.

Iya lalu kami lanjutkan pertanyakan
“Iya, Dg Matteru apa kita punya kebun pak ?”,dengan jelas iya menjawab tidak ada,cuma kebun orang saya kerjain.

Terakhir kami tanya ,”kira-kira pendapatan perhari bapak berapa?” lalu Dg Matteru menjawab kadang Rp.15.000-Rp.20.000 itu tidak menentu biasa juga tidak dapat.

Sementara Kepala Desa Bone Subur Budianto Tanre,saat di komfirmasi menjelaskan bahwa memang keluarga ini belum pernah mendapat bantuan,sering kita ajukan tapi belum dapat.

“Ya untuk tahun ini kita minta kepada kepala dusun untuk melakukan pendataan,karena banyak masyarakat memang yang tinggal tidak mempunyai ktp,akan tetapi masalah bantuan sering kita lakukan ,”jelas Budianto Tanre via telpon.(19/1/2020)

Lanjut Budianto,memang di desa kami banyak warga dari kabupaten wajo dan sidrap yang berkebun di desa kami yang tinggal di rumah kebun tapi aset di kampungnya banyak,tutupnya.

(Biro Luwu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini