oleh

Kehati Award 2020 Ajang Penghargaan Para Pejuang Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia

 

Poros Nusantara, Jakarta –   Yayasan KEHATI menyelenggarakan ajang KEHATI Award ke-8 sejak tahun 2.000. Sesuai dengan visi KEHATI, ajang ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pegiat konservasI i Indonesia untuk terus mengarusutamakan pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di lndonesia secara berkelanjutan, Selain Itu. ajang ini diharapkan dapat mengarusutamakan pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia secara berkelanjutan.Selain itu ajang ini diharapkan dapat menginspirasikan  pihak lain untuk melakukan hal yang sama.

“KEHATI Award merupakan ajang penghormatan dan promosi lndividu kelompok, dan instansi yang telah berjasa di bidang lingkungan hidup dan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.Di tengah kerusakan yang banyak terjadl. mereka secara gigih terus berjuang agar Indonesia tetap lestari dan kekayaan alam yang ada dapat terus damanfaatkan oleh generasi mendatang,” ujar Pembina Yayasan KEHATI Emil Salim.

Indonesia adalah negara dengan tingkat kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, tingkat kehilangannya pun tidak kalah tinggi. Sebesar 23% lahan hutan Indonesia telah berkurang sejak tahun 1990. upaya pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya hayati yang berkelanjutan di Indonesia masih belum mendapat porsi utama. baik dalam kerangka kebijakan politik, pengembangan ekonomi nasional, hingga sistem pendidikan dan kesadartahuan masyarakat Indonesia.

‘KEHATI Award merupakan bentuk apresiasi kepada para masyarakat yang telah berpartisipasi untuk mengurangi kerusakan aIam. Penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya keanekaragaman hayati, pelestarian dan pemanfaatannya secara bijak dan berkelanjutan, serta pembagian manfaatnya yang berlandaskan keadulan. Selain itu, dnharapkan KEHATI Award dapat menumbuhkan dan mendorong minat seluruh komponen bangsa Indonesia untuk Iebih mempedulikan, mencintai dan mengambil peran dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati,” ungkap Durektur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos.

Penghargaan ini juga sejalan dengan mandat United Nations Decade on Bnodiversity (Dekade untuk Keanekaragaman Hayati yang diluncurkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa) yang menghendaki agar kesadaran pentingnya keanekaragaman hayati menjadi perhatian utama seluruh komponen bangsa. UN Decade mendeklarasikan periode 2011-2020 sebagai masa untuk menempatkan keanekaragaman hayati sebagai isu utama dalam setiap dimensi bernegara dan memastikan terlaksananya tiga tujuan utama Konvensi Keanekaragaman Hayati. Tiga tujuan utama tersebut adalah konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan berkelanjutan, serta akses dan pembagian keuntungan yang seimbang dari sumberdaya hayati.

KEHATI Award memiliki 6 kategori yang menyasar kepada individu, kelompok. atau institusi, antara lain: Prakarsa Kehati, perseorangan atau kelompok/organisasi dari komunitas masyarakat lokal, seperti masyarakat adat, rukun warga desa, Karang Taruna, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Organisasi nonpemenntah (Ornop) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta kelompok Iain yang berbasis masyarakat lokal.

Pamong Kehati, perseorangan atau unit/bagian dari suatu lembaga kedunasan, badan pelayanan publik atau instansi pemerintahan/Iembaga negara di tingkat pusat ataupun di daerah (provinsi, kabupaten. kota, kecamatan atau desa).

Inovasi Kehati, perseorangan atau kelompok/unit usaha dari sektor usaha kecul, usaha menengah, koperasi dan start up.ISO 9001:2011 Cipta Kehati, perseorangan atau kelompok Institusi dari dunia ilmu pengetahuan dan teknologi atau masyarakat ilmiah, baik insan akademik (perguruan tinggi, institut pendidikan, sekolah) maupun para peneliti dari Iembaga penelitian dan pengembangan.

Citra Kehati, perseorangan atau kelompok/organisasi dari kalangan media dan komunikasi massa (termasuk jurnalis media cetak dan elektronik) serta pekerja seni dan budaya.

Tunas Kehati, perseorangan atau kelompok remaja nusantara, mahasiswa agar menjadi tunasharapan berikutnya dalam menjaga dan me|estarikan keanekaragaman hayati Indonesia di masa yang akan datang.

KEHATI Award Mendorong
pembangunan berkelanjutan berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan (menurut Laporan Brundtland dari PBB, 1987). Pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan merusak lingkungan.

Dalam merancang strategi untuk memperbaiki keadaan ini, diperlukan kesmergnan antara pemenntah, para pengusaha, dan seluruh rakyat lndonesna melalui peningkatan investasi hijau yang bertumpu pada pelestarian keanekaragaman hayatu. Perkembangan mvestasn hijau yang telah menjadi standar di negara maju dapat menjadi referensi bagi kalangan investor di lndonesia.

Oleh karena itu, Indonesia harus berpegang teguh kepada Proses penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan/IBSAP) yang menghasilkan visi pengelolaan kehati Indonesia, yaitu: ”Terpeliharanya kehati milik Indonesia, serta terwujudnya pengembangan kehati dalam menyumbang daya saing bangsa dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat ini dan generasi mendatang”.

Dalam merancang strategi untuk memperbaiki keadaan ini, diperlukan kesinergian antara pemerintah, para pengusaha, dan seluruh rakyat IndoneSIa termasuk organisasi lingkungan melalui peningkatan investasi hijau yang bertumpu pada pelestarian keanekaragaman hayati. Perkembangan investasi hijau yang telah menjadi standar di negara maju dapat menjadi referensu bagi kalangan investor di Indonesia.

”KEHATI Award juga bertujuan mengindentifikasi para pelaku usaha yang melakukan praktik berkeianjutan sehingga dapat terhubung dengan beberapa lembaga seperti perbankan, dan pelaku usaha lain. Pada akhirnya kami berharap terciptanya pengembangan usaha, dan apa yang menjadi misi KEHATI yaitu memperluas gerakan ekonomi dan budaya lokal berbasis pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di tingkat lokaI, nasional dan internasional dapat tercapai,” tutup Riki.( tyas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini