oleh

KICK OFF PELAKSANAAN ANGGARAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2020 JAKARTA

 

Poros Nusantara, Jakarta – Pertemuan ini sangat penting untuk menyikapi arahan Presiden bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, perlu dilakukan percepatan belanja pemerintah  dimana masing- masing kementrian kaga diminta untuk mengambil langkah – langkah konkret dalam melaksanakan percepatan  belanja Negara yang dimulai dari awal tahun anggaran.

Beberapa prestasi yang membanggakan dalam capaian Kinerja Kementrian Perindustrian sepanjang tahun 2019 antara lain :

1. Pemerintah telah meluncurkan Making Indonesia 4.0 sebagai inisiatif untuk percepatan pembangunan industri memasuki era industri 4.0 dengan sasaran utama menjadikan Indonesia sebagai 10 negaravekonomi terbesar dunia dibtahun 2030. Ada 3 ( tiga ) aspirasi utamanya yaitu 10 % kontribusi ekspor netyo terhadap PDB, 2 kali peningkatan produktivitas terhadap biaya dan 2 % pengeluaran timbang (R & D ) terhadap PDB.

2. Lima sektor industri telah ditetapkan sebagai fokus prioritas Making Indonesia 4.0 yaitu industri makanan dan minuman. industri tekstil dan busana. industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronika. Kelima sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70% dari total PDB manufaktur, 65% ekspor manufaktur, den 60% pekerja industri.

3. Berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa pengecualian WTP oleh BPK
atas audit Laporan keuangan tahun 2018 yang telah diraih secara berturut – turut selama 11 (sebelas )  kali sejak 2008.

4. Berhasil melaksanakan program vokasi industri mendorong kerja sama link and match antara 2.612 SMK dengan 855 industri dan masih terus berlanjut. dan membangun pilot prjoject mini plant industry 4.0 pada tiga Politeknik Kemenperin, yaitu Politeknik STTT Bandung, Politeknik ATI Makassar, dan Poiiteknik ATK Yogyakarta.

5 .Mempertahankan’predikat “BB” yang dilaksanakan oleh Kementerian PAN dan RB sehingga menjadi salah satu penilaian evaluasi kinerja program dan kegiatan.

6. Meraih penghargaan sebagai Badan Publik dengan kualifikasi menuju
kualifikasi Menuju informatif berdasarkan penilaian dari komisi tranformasi Pusat pada Anugerah Keterbukaan informasi
Publik tahun 2019 .7. Meraih penghargaan untuk 17 (tujuh belas) satuan kerja vertikal dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) den 1 (satu) Satuan Kerja dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian PAN &RB. ‘

8. Meraih 8 (deiapan) penghargaan sinovik selama tahun 2015-2019.

Kedepannya diharapkan .Kementerian Perindustrian dapat terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi serta capaian kinerja yang lebih baik.

Kementerian Perindustrian pada tahun 2019 memperoleh alokasi pagu anggaran sebesar Rp. 3,617 Triliun. dengan blokir sebesar Rp.82,43 Miliar sehingga pagu efektif sebesar Rp 3,535 Trilliun. Dengan demikian pagu anggaran Kemenperin 2019 naik 27,05% dibandingkan pagu tahun 2018 sebesar Rp. 2,847 Triliun. ‘

Dengan meningkatnya alokasi‘ pagu anggaran Kementerian Perindustrian, berarti kita harus mampu lebih mengefektifkan pemanfaatan anggaran tersebut. Capaian realisasi anggaran tahun 2019 mampu mencapai 92.23%. Untuk itu saya berharap di tahun 2020, para Kepala Satuan Kerja dapat  memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program dan kegiatan serta melakukan monitoring dengan intens karena progres pencapaian realisasi anggaran menjadi tanggung jawab Kepala Satuan Kerja, dan akan meminta serta mengevaluasi penyerapan anggaran sampai Semester I Tahun 2020 dengan target serapan 42,64%.

Dalam rangka membangun akuntabilitas kinerja Kementrian Perindustrian, yang tertib sesuai peraturan yang berlaku, diminta kepada masing- masing pengelola anggaran untuk dapat bertindak profesional, melaksanakan tepat waktu dan memberikan output yang bermanfaat. Para Pejabat Pembuat Komitment hatus mengetahui dan memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya sehingga tidak berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian di kemudian hari.Pagu Anggaran Kementrian Perindustrian TA.2020 sebesar Rp.2.952.007.554.000
yang terbagi menjadi beberapa program, antara lain:
1. Program Dukungan Manajemen Kementerian  Perindutrian sebesar  Rp 253.13 Miliar;

2. Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Berbasis Agro sebesar Rp112,35 Miliar;

3. Program Penumbuhan dan Pengembangén Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil sebesar Rp 124,15 Miliar;

4.Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri logam, Mesin, alat
– alat Transportasi dan Elektronika sebesar
Rp127,43 Miliar;

5.Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil, Menengah dan Aneka sebesar Rp 365,77 Miliar.

6.Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perindustrian sebesar Rp 49,72 Miliar;

7.Program Pengembangan Teknolqgi dan Kebijakan Industri sebesar Rp 694,63 Miliar.

8. Program Peningkatan Ketahanan, Pengembangan Perwilayahan Industri dan Akses Industri Internasional sebesar Rp.151,38 Miliar.

9 . Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri sebesar Rp. 1,06 Trilliun.( tyas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini