oleh

FORUM DISKUSI TELEMATIKA AKHIR TAHUN 2019 dan Peluncuran Buku Putih“Indonesia Digital for Future Economy & Inclusive Urban Transformation”

Poros Nusantara, Jakarta – Terbangunnya konektivitas berkecepatan dual giga menjadi fondasi esensial yang mendorong akselerasi terwujudnya bangsa yang cerdas dan tercapainya pengembangan digital yang inklusif.

Jakarta, 23 Desember 2019 Kedeputian Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (D6), Kemenko Perekonomian, bersama pemangkukepentingan lintas sektor, hari ini membahas Diskusi Telematika Akhir Tahun 2019 bertajuk “Indonesia Digital Kesiapan terhadap Dual Giga yang Terhubung dan Negara Cerdas” dengan demikian membuka buku putih ( Buku Putih) berjudul ”Digital Indonesia untuk Perekonomian Masa Depan & Transformasi Perkotaan Inklusif” yang merefleksikan potensi dan tantangan, status yang diterbitkan serta disponsori Iangkah-Iangkah strategi dalam mewujudkan Indonesia Digital menuju suksesnya transformasi ekonomi bangsa dan inklusivitas urban di masa depan.

Revolusi lndustri 4.0 membawa beragam potensi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Peta Jalan ”Making Indonesia 4.0” 1 yang diluncurkan pemerintah pada 4 April 2018 lalu menjadi arahan strategis dalam pembangunan industri nasional di masa depan. Menuju tercapainya target Indonesia untuk masukjajaran 10 negara di dunia dengan ekonomi terbesar pada tahun 2030 dan Visi Indonesia Emas 2045,2 di mana Indonesia diproyeksikan akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Wahyu Utomo, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kemenko Perekonomian mengatakan. ”Disusunnya buku putih ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam sebuah sinergi yang diharapkan akan menjadi dasar dalam kebijakan pemerintah untuk mendorong pemeriksa sekaligus seluruh manfaat dalam pembangunan, khususnya ekonomi digital yang inklusif, adil dan merata untuk seluruh masyarakat. ‘

la mengharapkan peran serta semua elemen masyarakat bersama dapat mengoptimalkan setiap perubahan yang terjadi di kancah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam meningkatkan nilai tambah di setiap kegiatan pembangunan. Pada saat bersamaan pengembangan danberbagai aplikasi TIK juga bisa dimaksimalkan untuk pembangunan wilayah, pemerataan hasil pembangunan dan memperbanyak pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sejalan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru ke provinsi Kalimantan Timur, diharapkan buku putih ini dapat memberikan awal kemampuan digital lintas sektor pemerintahan untuk aplikasi layanan publik seperti kependudukan, kesehatan, logistik dan perhubungan, manajemen masalah keuangan, serta layanan finansial. Di samping itu, beberapa target standar pita lebar (Broadband Standard Recommendation), ketentuan / kebutuhan kinerja (persyaratan kinerja) untuk data rate tinggi, dan strategi ITU 2020-2023 diharapkan dapat memberikan spesifikasi kebutuhan awal pemindahan IKN berbasis TIK.

Eddy Satriya, Asisten Deputi Telematika dan Utilitas, Kemenko Perekonomian menambahkan arah kebijakan strategis yang disampaikan dalam buku putih ini membahas pembangunan dan pemerataan infrastruktur digital untuk memacu tumbuhnya inovasi pada industri vertikal dan pengembangan sumber daya di bidang TIK yang andal.

Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan akan menanggguk hingga $ 40 miliar pemasukan dari ekonomi Internet di tahun 2019, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 49 persen per tahun.3 Dengan jumlah pengguna Internet yang mencapai 171 juta jiwa di tahun 2019 (APJII) Indonesia juga menjadi negara terdepan dalam hal penetrasi digital di kawasan ini.

Kebutuhan konetivitas teknologi Broadband terkini seperti SG, layanan Wireless Broadband di rumahrumah, UKM dan penggelaran fiber optik teknologi yang kokoh menjadi fondasi paling esensial dalam merancang pembangunan infrastruktur digital, sekaligus menjadi motor penggerak utama terjadinya digitalisasi yang akan mendorong tumbuhnya inklusivitas dan memupus kesenjangan digital di tanah air, efisiensi di segala sektor, serta inovasi-inovasi baru, sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan menuju terwujudnya Indonesia maju.

Buku putih diharapkan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan kebijakan dan regulasi yang efektif dan efisien seperti yang diatur dalam Undang-Undang 36/1999 tentang Telekomunikasi dan beberapa Peraturan Pemerintah yang sudah ketinggalan zaman. Buku Putih ini berisikan 6 bab yang terdiri dari: (1) Outlook Ekonomi Digital; (2) Membangun Indonesia Digital; (3) Konektivitas, Infrastruktur TIK, dan Big Data; (4) Regulasi dan Ekosistem; (5) Digitalisasi Sektor Indonesia; juga (6) Ringkasan dan Rekomendasi.

(tias)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini