oleh

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Nominasi Kategori Gerakan Indonesia Bersih.

Poros Nusantara, jakarta – Penerima nominasi Anugerah Revolusi Mental 2019 berasal dari berbagai unsur dan kalangan mulai dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi Badan Usaha, Koperasi dan non-Koperasi hingga Organisasi Sosial. Nominasi untuk Pemerintah Provinsi berdasarkan Iima gerakan Revolusi Mental yaitu :
Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Mandiri.

Salah satu dari peserta nominasi yang mendapat Piala Penghargaan kategori Gerakan Indonesia Bersih Tiza Mafira selaku Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik pada kesempatan mengatakan Ia merasa senang dan bangga mendapat award Piala Penghargaan ini dalam Rakornas dan Anugerah Revolusi Mental 2019 di Auditorium BJ Habibi Gedung II BPPT Thamrin Jakarta Pusat. Sabtu 21/12/2019.

Piala Penghargaan yang diterimanya merupakan kebanggaan yang diakui oleh pemerintah dari lembaganya yang memberi manfaat untuk menggerakan masyarakat.
“Tujuan organisasi kami untuk menggerakan masyarakat agar mengurangi kantong plastik sekali pakai, dan tidak hanya berupa edukasi tapi merupakan dorongan kebijakan” ujar Tiza.

“Ada juga yang sudah beberapa yang gerakan berbayar yang tergabung dari Asosiasi pengusaha retail Indonesia, tapi ada juga yang tidak melakukan hanya perlu peraturan yang mendorong kebijakan dan tidak hanya berupa edukasi” ujar Tiza.

Pemerintah juga mendukung upaya upaya dari sifat masyarakat seperti ini, mereka tidak takut kadang kita kritisi, kita dorong untuk membuat peraturan yang baru dan berbeda.

Menurut Tiza yang peduli dengan lingkungan hidup yang bersih, Ia terus berupaya memantau masyarakat dalam gerakan diet kantong plastik.
“Bahkan ketika sudah ada peraturan belum tentu langsung mulus. perlu ada penegakan hukum dan pengawasan, perlu ada sangsi sangsi, meskipun ada sangsipun belum tentu kena sangsi kalau tidak diawasi” tambah Tiza yang tetap semangat dalam aktivitasnya menggerakan masyarakat untuk peduli dengan lingkungan yang bersih dari Sampah.

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik sudah berjalan selama 7 Tahun.
Komunitas ini berdiri atas dasar keprihatinan bahwa plastik itu sudah sangat mencemari saluran air dan lautan, dan Tiza mengharap Gerakan indonesia Diet kantong Plastik semangkin luas jangkauannya dan semangkin terasa dampaknya, dengan tujuan organisasi ini slalu ingin melihat pengurangan Sampah yang bertumpuk dan tidak hanya cuma kampanye kampanye saja.
“Kita ingin mengukur dampaknya apa Sampah Sampah tersebut kalau kemaren uji coba 55% dan sekarang dengan adanya Aprindo sudah komitmen berbayar, penerapan larangan itu penurunannya berapa persen dan kita harus tahu, kalau ada yang perlu diperbaiki..ya harus perbaiki”.Tutup Tiza dalam wawancara dengan awak media.

(tias)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini