oleh

Penjaga Kosan Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Mahasiswi Bengkulu

Porosnusantara.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kota Bengkulu menetapkan Pardi (29) bin Suhaila sebagai tersangka, dalam kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Bengkulu, Wina Mardiani (20).
Pria yang juga penjaga kos tempat korban Wina tinggal itu ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO), setelah melarikan diri. Pria kelahiran Sumatera Selatan itu diduga aktor utama dalam pembunuhan mahasiswi semester V Universitas Bengkulu (Unib) itu.
Pardi ditetapkan tersangka dalam tindak pidana pembunuhan dan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan Pasal 338 KUHPidana dan Pasal 365 Ayat 3 KUHPidana.
”Penjaga kos sudah kami tetapkan menjadi tersangka, dan saat ini DPO,” kata Kapolres kota Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo kepada wartawan, Selasa (17/12/2019).
Polisi pun menyebutkan ciri-ciri Pardi, yakni memiliki tinggi sekira 155 cm, dengan muka bulat, mata sipit, rambut hitam lurus, kulit sawo matang, ada bekas lubang tindik di telinga kanan, ada tahi lalat di bawah mata kiri, ada bakat hitam bekas luka di tangan kanan dan wajah berlobang bekas jerawat.
Perlu diketahui, Wina Mardiani (20) mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis, Universitas Bengkulu (Unib) ditemukan meninggal dunia pada Minggu 8 Desember 2019, sekira pukul 17.06 WIB.
Wanita kelahiran Mukomuko, 23 Maret 1999 itu ditemukan tidak bernyawa tak jauh dari tempat kosnya atau sekira 100 meter. Tepatnya, di areal rawa perkebunan sawit.
Anak pertama dari tiga bersaudara itu ditemukan di bekalang kosnya, di jalan WR Supratman kelurahan Beringan Raya Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu.
Saat ditemukan anak pasangan suami istri Aguswandi dan Ani ini dalam keadaan terkubur, dengan kedalamaan sekira 1,5 meter atau setara dengan dada orang dewasa. Dengan posisi tubuh dalam keadaan tertelungkup, dengan lebar galian sekira 60 cm dan panjang sekira 1,5 meter. Saat ditemukan di bagian atas galian terdapat sebatang tanaman keladi yang diduga baru di tanam.
Tidak hanya itu, saat ditemukan kepala korban tertutup dengan karung hingga bahu, dengan posisi tangan dan kaki dalam keadaan terikat. Galian sedalam dada orang dewasa itu diberi tanaman keladi.
Di dalam galian itu terdapat bekas pecahan bangunan berupa batu bata, empat buah batu koral berukuran besar serta kelapa tua yang sudah bangking. Tak jauh dari lokasi penemuan jenazah atau sekira 20 meter, ditemukan cangkul, skop dan satu buah ember serta satu sendal korban yang diketahui baru di beli.
Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa 21 orang, yaitu keluarga korban, rekan korban, tetangga, hingga pemilik kost. Selain itu, polisi juga berhasil menangkap istri penjaga kost, berinisial MO (24), pada Senin 9 Desember 2019.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini