oleh

HIPPI MANTAPKAN PERANANNYA DUKUNGAN PERTUMBUHAN UKM DI ERA DIGITAL

Porosnusantara.co.id – Pada tanggal 12 Desember 2019 bertempat di Hotel Sari Pacific Jakarta. Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) akan melaksanaknn Rapat Kerja Nasional (Rakornas) dengan mengusung tema “Masa Dcpan Indonesia: UKM di era Digital”. yang akan  diikuti oleh 18 perwakilan HIPPI utusan dari daerah seluruh Indonesia. Rakornas ini merupakan tonggak penting yang dapat merubah tantangan terbesar bagi UKM untuk berkembang dalam mengatasi persaingan bisnis, memperluas akses pasar,  mengikuti laju perkembangan teknologi yang begitu pesat. Rakornas ini dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Muhammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Kordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi & UKM Kemenkop publik Indonesia.

Pada Panel diskusi dcngan tema “Masa dcpan Indonesia: UKM di Era Digital” menghadirkan narasumber Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bpk. Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kemenkop Rl ~ Bpk. Prof. Dr. H. Rully Indrawan M.Si, Direktur Eksckutif INDEF lbu Eni Sri Hartati, sorta SVP PT. Bank Negara Indonesia Bapak Edy Awaluddin. Dilanjutkan dcngan SPK amara HIPPI dengan Bank BNI (Persero) dalam rangka kerjasama pembuatan kartu anggota HIPPI yang nantinya akan sekaligus menjadi kartu kredit.

Sedangkan pada pembukaan rapat pleno akan di selenggarakan pada sesi siang yang dipimpin oleh Ketua Umum HIPPI lbu Suryani S. Motik, dilanjutkan dengan Keynote Speech yang menghadirkan Bapak Sandiaga S. Uno, sebagai Dewan Pertimbangan HIPPI, pengusaha nasional dan pemerhati UKM.

“Masa depan Indonesia: UKM di Era Digital”

menunjukkan pemulihan yang berarti, disertai berlanjutnya resiko ketidakpastian hubungan dagang antar negara utama didunia serta isu geopilitik lainnya yang masih membayangi.
Dengan adanya salah saru keadaan ini membuat pemerintah indonesia mulai mempersiapkan Omnibus Law,  tersebut diharapkan dapat di meningkatkan daya saing nasional : UKM akan lebih mudah berusaha, mrlakukan ekspor, akses ke lembaga pembiayaan, mendapat perlindungan hukum dan sebagainya. Untuk melakukan pendekatan yang lebih aktif dan persuatif kepada si pelaku usaha, serta stimulus usaha lainnya yang diperlukan untuk menjaga ketahanan serta level keyakinan bagi pelaku usaha diera digital.

Kunci dari pcmbangunan ekonomi mclalui UKM adalah kolaborasi yang baik dengan industri-industri besar yang serta mapan dan pemanfaatan teknologi. Dukungan pengembangan kreatif merupakan upaya yang efektif untuk menanggulangi pengangguran dan ketimpangan pertumbuhan ekonomi, serta membangun masyarakat yang inklusif ke depan. Tujuannya agar bisa terus tumbuh menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta menghadapi tantangan yang semakin beragam. Serta kreativitas dalam mengemas inovasi terbaru untuk menahan laju gempuran industri yang serba digital saat ini nampaknya diperlukan oleh peritel usaha kecil menengah (UKM). Hal ini juga merupakan salah satu upaya untuk UKM bisa bertahan di era revolusi industri 4.0. (Tio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini