by

OWNER RSU BHAKTI ASIH DALAM GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM PADA PN TANGERANG

Poros Nusantara Tangerang – Selain sedang bermasalah dengan Organisasi masyarakat, RSU Bhakti Asih ternyata ada permasalahan lain secara pribadi kepada kuasa hukum PT.Pilar Cadas Putra, yang dimana pada saat RSU Bhakti Asih penyelesaian perkara perdata dengan PT.Pilar Cadas Putra yang pada saat itu atas keinginan RSU Bhakti Asih melalui Kuasa Hukumnya ET & R meminta kepada Kuasa Hukum PT.Pilar Cadas Putra agar tidak ikut mendampingi dalam penyelesaian perkara, guna cepatnya jalan musyawarah, namun semua tersebut ternyata merupakan tipu muslihat yang dijalankan Owner RSU Bhakti Asih Ibu Dedeh Nuryati bersama Karyawannya atas nama Memet, yang dimana ketika pada saat penyelesaian masalah dan sudah ketemu titik mufakat dalam musyawarah dengan seluruh pihak menanda tangani notulen perjanjian, tanpa ada suatu izin atau persetujuan dari PT.Pilar Cadas Putra, Memet Atas perintah dari Ibu Dedeh Nuryati menambahkan isi notulen perdamaian tersebut dengan tulisan PT.Pilar bersedia menghimbau kepada Pengacara PT.Pilar untuk todak menyebar pemberitaan tentang PT.Bhakti Asih, Bahwa dalam hal tersebut secara langsung ataupun tidak langsung RSU Bhakti Asih telah melanggar Hak dan Privasi seseorang yang telah diatur didalam UUD 45 Pasal 28.G, serta melanggar UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, yang dimana dalam hal tersebut selain RSU Bhakti Asih sedang dalam permasalahan Gugatan PTUN, secara pribadi tengah masuk babak baru dalan gugatan perbuatan melawan hukum yang telah diajukan oleh Kuasa Hukum PT.Pilar Cadas Putra dengan nomor gugatan : 1166/Pdt.G/2019/PN.Tn atas hak dan privasi serta larangan pemberitaan atau penyebaran berita, dengan inti tuntutan pada petitum gugatan ,agar Owner RSU Bhakti Asih meminta maaf kepada Penggugat yang disaksikan oleh khalayak umum serta seluruh media baik media online ataupun cetak serta televisi, juga tuntutan km materiil sebanyak 3 milyar rupiah yang diperuntukan untuk anak yatim piatu fakir miskin dan jompo, yang dikarenakan karakter dari Owner RSU Bhakti Asih yang seorang haji ataupun guru ngaji tapi tidak sesuai dengan karakter dan jiwa seorang tokoh, yang dikarenakan pemikirannya merasa di intervensi serta dibenturkan pada pemerintahan atas kesalahannya, denga tuntutan tersebut bertujuan menyadarkan diri akan status yang dibawa nya yaitu seorang haji dan guru ngaji atau pemuka agama,yang selama ini apabila mengambil tindakan san putusan selalu sepihak karena sikap egonya, dan merasa orang besar serta pada saat mengambil keputusan padahal didampingi oleh orag yang mengerti hukum akan tetapi tidak memperhatikan hukum, mengambil langkah bukan dengan hal yang bijaksana, selain itupun organisasi masyarakar LSM LMPN selain kepada Gugatan PTUN secara perdata yang bertujuan memohon pembatalan izin rumah sakit yang dimilikinya karena pada saat pembuatan izin tanpa disertai SLF dan disinyalir RSU Bhakti Asih pada gas medis menggunakan pipa jenis ripeng bukan pipa standar yang telah ditentukan oleh kemenkes yang bisa menyebabkan dan menimbulkan penyakit bagi pasien yang membutuhkan dan menghirup gas medis, LSM LMPN berencana akan melaporkan ke pihak kepolisian perihal izin rumah sakit yang pada saat pengajuan izin tersebut tanpa melengkapi persyaratan yang lengkap yaitu SLF. (Mr)

BACA JUGA  Perampokan di Siang Bolong Sita 42.5 Gram Emas

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini