by

BPCB Regional Dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar:Lomba Mewarnai Tingkat TK Se Kabupaten Tanah Datar

Poros Nusantara – Dalam melaksanakan rangkaian acara festival Minangkabau Tahun 2019, BPCB Regional Sumbar, Riau dan Kepri bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar mengadakan lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak se Kabupaten Tanah Datar. Tujuannya selain untuk menyalurkan bakat dan kreasi anak, juga untuk mengenalkan lebih dini kepada anak-anak tentang cagar budaya yang ada di Tanah Datar. Seperti yang di sampaikan Riswandi, S.Pd., M.Pd dalam kata sambutannya bahwa apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Regional adalah salah satu upaya untuk memberikan pelajaran kepada generasi muda tentang bagaimana mengenal dan melestarikan cagar budaya yang ada di Tanah Datar. ” Kegiatan ini sangat kita apresiasi dan ini bahagian dari rangkaian terhadap dukungan Festival Minangkabau Tahun 2019. Ada 16 rangkaian kegiatan, salah satunya yaitu lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak se Kabupaten Tanah Datar. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah bagaimana upaya kita kepada anak-anak kita untuk memberikan pelajaran secara dini kepada generasi muda selanjutnya tentang budaya, terkait dengan visi menjadikan Tanah Datar yang madani, berbudaya serta dalam nilai-nilai adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Lalu misinya adalah meningkatkan pemahaman adat dan budaya. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini secara bertahap dan secara dini dituangkan kreatifitas anak kita melalui lomba ini,” ujar Riswandi. Lebih lanjut lagi katanya, selain itu, pengenalan cagar budaya terhadap anak kita di usia dini sangatlah penting agar nantinya anak kita paham dengan warisan dan budaya yang ada di Tanah Datar. Tak lupa juga, sebelum menutup kata sambutannya, Riswandi juga berpesan bahwa tujuan kegiatan ini sangat mulia, mari kita ambil hikmahnya. Berikan ruang seluas-luasnya bagi anak kita untuk berimprovisasi dan berkreasi agar bisa mengaktualisasikan apa yang ada di dalam pola pikirnya. Semoga acara ini lancar hendaknya dari awal sampai akhir, pungkas Riswandi sembari meresmikan acara lomba tersebut di gedung nasional Maharajo Dirajo Rabu(4/11) di Batusangkar.
Nadira Mardison, S.Pd,. M.H Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Kabupaten Tanah Datar menambahkan akan pentingnya pelestarian dan pemeliharaan cagar budaya yang merupakan harta tak ternilai bagi generasi penerus. ” Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu kabupaten yang menyimpan potensi cagar budaya yang sangat besar. Berbagai peninggalan sejarah dan arkeologi dari berbagai periodesasi sejarah mulai dari zaman prasejarah, hindu budha, islam hingga zaman kolonial. Banyaknya ragam budaya di daerah ini sehingga dapat mewakili masing-masing periodesasi yang pada akhirnya bisa menjadi sumber informasi yang bermanfaat sebagai pembelajaran sejarah dan arkeologis di Tanah Datar,” kata Nadira Mardison.

BACA JUGA  Gubernur NTT Siap Launching E-Arsip 2018 di Kupang

Lanjut lagi ia menjelaskan bahwa pada tahun 2019 melalui SK Bupati Tanah Datar Nomor 430/124/DIKBUD/2019, serta SK Gubernur Sumatra Barat 432-144-2019, Tanah Datar memiliki sebanyak 1 objek cagar budaya tingkat provinsi dengan SK Gubernur dan 17 cagar budaya tingkat kabupaten dengan SK Bupati. Dengan adanya ketetapan sebagai cagar budaya, sesuai amanah Undang-Undang No 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, sudah sewajibnya warisan ini di lindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara bersama. Dan dengan lomba ini kita bisa ambil manfaat, untuk memperluas jaringan publikasi keberadaan cagar budaya yang ada di Kabupaten Tanah Datar.

BACA JUGA  Produksi Cabai dan Pasokan Bawang Merah Pasca Lebaran Hingga Kini Tetap Aman

Yusuf, S.T selaku Ketua panitia penyelenggara dan mewakili Kepala BPCB Regional Sumbar, Riau dan Kepri pun dalam laporannya menyampaikan akan pentingnya generasi muda untuk mengenal cagar budaya dari usia dini. ” Kerjasama antara BPCB Regional dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar sangat penting untuk generasi muda kita, terutama anak-anak kita. Dalam menyelenggarakan Festival Minangkabau ini, ada beberapa rangkaian kegiatan yang bagian dari festival tersebut. Diantaranya adalah lomba mewarnai tingkat TK se Kabupaten Tanah Datar, lomba melukis tingkat SD se Kabupaten Tanah Datar, lomba baca puisi cagar budaya tingkat SMP se Tanah Datar dan juga lomba bercerita cagar budaya oleh guru TK se Kabupaten Tanah Datar. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini ada sekitar 700 peserta. Dan sekedar menambahkan lagi, tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman kepada anak-anak kita tentang pentingnya menjaga cagar budaya sebagai aset daerah yang tidak ternilai harganya. manfaatnya untuk memperluas jaringan publikasi keberadaan cagaCagar budaya bukan benda biasa, khususnya kaum muda penerus bangsa, kita tingkatkan kepedulian kita, kita kunjungi, kita lindungi dan kita lestarikan cagar budaya sebagai jati diri bangsa, karena cagar budaya bukan benda biasa,” tutur Yusuf kepada media ini.
Acara ini di hadiri oleh hampir seluruh peserta didik dari Taman Kanak-kanak dan PAUD beserta guru pendamping dan orang tua murid se Kabupaten Tanah Datar yang berlokasi di gedung nasional Mahrajo Dirajo, Batusangkar…(Dwi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini