oleh

Bupati Wajo: “Revitalisasi mutu pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0”

 

Porosnusantara.co.id , Wajo Sulsel – Bupati Wajo membuka acara sekaligus sebagai pembicara dalam acara seminar pendidikan yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo Sabtu, 16/11/2019

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka Milad Muhammadiyah ke 110 H/107 M tingkat Wilayah Sulawesi Selatan 2019 bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo.

Seminar pendidikan ini mengangkat tema “Revitalisasi Mutu Pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0”

Adapun narasumber diantaranya Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd Kepala LPPPTK KPTK,
Dr. H .Maskuri, M.Ed Sekretaris BAN SM Kemendikbud RI, dan Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si yang juga merupakan Bupati Wajo.

Selama seminar berlangsung selaku moderator adalah Dr Aco Karumpa MPd.
Turut hadir dalam seminar, Ketua Panitia Milad ke-107 Muhammadiyah Wilayah Sulsel, Ir Saleh Molla MM, Ketua DPD Muhammadiyah Wajo, Dr. Sayyed Haedar MSi, Kepala Dikbud Wajo, Dr Jusman Juanda MSi.

BACA JUGA  Kades Sukalaksana Bersama Masyarakat Hadiri Kegiatan MTQ di Kec. Sukakarya, Kab. Bekasi

Peserta seminar terbuka untuk umum, dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 200 orang pada hari ini.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si dalam pemaparannya menyampaikan bahwa SDM itu harus terkoneksi dengan industri 4.0, sehingga bisa ikut mengaklerasi kedepan.

“Beberapa hal dalam dunia pendidikan yang perlu direvitalisasi adalah, Sekolah harus mampu menjadi basis pengembangan budaya dan karakter siswa, sehingga siswa bisa menjadi mandiri dan berkarakter,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

BACA JUGA  PKK Sekabupaten Pemalang Hadir Di Nyalembeng

“Guru sebagai fasilitator pembelajaran harus mampu mengendalikan konten dan arah pembelajaran yang jelas, serta menjadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan,” Bupati Wajo menambahkan.

Dikatakan kalau orientasi pendidikan yang membangun kesetaraan dan kerjasama, bukan kompetisi antarsiswa. Belajar bukan lagi menjadi sarana mencapai nilai tinggi, melainkan membangkitkan gairah siswa dalam belajar.

“Proses dalam belajar seharusnya membuka ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri dan memacu kreativitas, tidak sekedar bertumpu pada hasil belajar,” kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dikatakan kalau Pendidikan itu sebagai ikhtiar kolektif dari seluruh elemen masyarakat dan menjadi gerakan moral bersama untuk memajukan harkat dan martabat manusia.

BACA JUGA  Fun Bike Tour de Malindo 2019 Sebagai Peningkatkan Kerjasama Antara Malaysia- Indonesia

“Pendidikan sebagai mitra revolusi industri 4.0, dengan menjadikan kemajuan teknologi dan digitalisasi sebagai pemantik perubahan,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si diakhir pemaparannya.

Diakhir acara salah satu peserta mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan seminar ini, sehingga hal ini bisa membuka wawasan, dan dapat mengikuti industri 4.0 saat ini.

Nursia A Tamrin (chia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini