by

KM caledonian sky rusak keindahan bawah laut Kabupaten Raja ampat, yang tidak bertanggung jawab

Poros nusantara, Papua barat – Apakabar perusakan terumbu karang di Kab Raja ampat, Papua barat, untuk kejadian yang berikutnya, oleh KM Amanikan yang menabrak di daerah wisata Arborek, hingga memprorak porandakan ekosistem dibawah laut Arborek, seluas 162 meter persegi. Menurut penduduk setempat yang juga seorang pemerhati lingkungan hidup dari Walhi Papua mengatakan bahwa,

“Imbas kerusakan tersebut, menurut dia, fungsi ekosistem atau tempat perlindungan ikan, fungsi estetika, fungsi tahan ombak atau arus, penelitian sosial juga budaya menurun,” ujar dia di Waisai.

Terumbu karang yang rusak berbagai macam, dan membutuhkan waktu mencapai 15 tahunan untuk terumbu karang tersebut dapat hidup kembali seperti biasa. Kerugian Raja Ampat akibat kerusakan terumbu karang tersebut mencapai Rp 800.000.000.

BACA JUGA  Pemerintah Targetkan Reklamasi Lebih Dari 7.000 Hektar

Dalam kasus ini, penyidik Polres Raja Ampattelah menetapkan dua orang tersangka yakni, nakhoda berinisial IMS dan juru mudi kapal berinisial S. Kedua tersangka dituntut melanggar Pasal 98 Ayat (1) jo Pasal 99 Ayat (1) UU 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Namun yang menjadi pertanyaan nya saat ini adalah, apakah proses hukum ini hanya sampai disini saja, atau hanya ganti rugi saja, tanpa ada perbaikan kembali dan penanaman terumbu karang? Ucap nya sambil bertanya.

BACA JUGA  POLLING Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Daerah Pemilhan Pasaman 4

Selain dugaan perusakan terumbu karang oleh kapal pesiar Amanikan, ada pula kasus yang melibatkan kapal MV Caledonian Sky yang memiliki bobot 4200 gross ton ke perairan Raja Ampat pada 3 Maret 2017. Setelah penumpangnya berwisata di pulau, kapal yang dinahkodai oleh Kapten Keith Michael Taylor itu hendak melanjutkan perjalanan ke Bitung pada 4 Maret 2017.

Di tengah perjalanan menuju Bitung, MV Caledonian Sky kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat. Sempat ditarik tug boat, kapal itu akhirnya berhasil kembali berlayar dengan meninggalkan kerusakan terumbu karang di kawasan seluas 18.882 meter persegi.

BACA JUGA  Personel Satgas TMMD Kodim 1707 Ajari Warga Kampung Epem Bercocok Tanam

Namun, hingga kini belum ada kejelasan proses hukum kerusakan terumbu karang yang disebabkan kapal pesiar itu. Hal ini membuat pertanyaan besar dihati khalayak umum, terutama masyarakat penduduk asli wilayah tersebut, apakah ada sesuatu dengan kejadian itu ? Hingga KM Caledonian Sky pergi begitu saja, tanpa ada tindakan dari aparat negara ? Ataukah memang sengaja dilepaskan oleh aparat, tanya seorang tokoh masyarakat di desa Friwen. ( Red, istw )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini