oleh

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise berkunjung ke Nabire Papua

 

Poros Nusantara, Nabire – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesi melakukan kunjungan kerja selama 3 hari di Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Disela
Kunjungan ibu mentri yang dikenal dekat dengan masyarakat Nabire dgn panggilan akrabnya Mama Yo, yang mana beliau dibesarkan di Nabire sebagai alumni SMP NEG 1 dan SMA NEGRI 527 ( sekarang SMA NEG 1) Nabire, sempat melakukan kunjungan kerja di beberapa tempat diantaranya di KOMPLEKS SMP NEGRI 1 DAN SMA NEGRI 1 dalam rangka berkampanye untuk melibatkan Forum Anak untuk menjadi pelopor mengurangi sampah dan pelapor dalam Isu Lingkungan Hidup.

Moment ini dan mulai melibatkan Forum Anak untuk menjadi pelopor dan pelapor dalam Isu Lingkungan Hidup. Karna lingkungan yang sehat menumbuh kembangkan kehidupan anak yang sehat pula.
Mama Yo menambahkan semangat cinta lingkungan harus dibangun sejak anak-anak agar menjadi kebiasaan yang baik hingga masa depan. Mama Yo berharap kegiatan peduli lingkungan seperti ini tidak hanya dilakukan sekarang, tapi juga bisa menjadi kebiasaan dan gaya hidup masyarakat Nabire untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Mama Yo dalam kesempatan ini juga melakukan penanaman pohon dan menandatangani petisi Forum Anak Nabire yang berisi komitmen menjaga kota Nabire agar bersih dan sehat. Selain itu pula ke esokan harinya senin, 14 Oktober 2019, ibu menteri Yohana Yembise (Mama Yo) juga mengunjungi Sekolah luar Biasa (SLB) Kabupaten Nabire Papua. Dalam kunjugannya.
Mama Yo dengan tegas menyampaikan Jangan ada diskriminasi terhadap anak disabilitas. Ungkapan ini disampaikan oleh ibu mentri ketika salah satu siswa bertanya
“Kalau sudah besar apakah saya bisa bekerja ?”tanya Valdo, seorang pelajar penyandang disabilitas. Pertanyaan polos dari Valdo ini dilontarkan pada saat dialog Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise (Mama Yo) dengan anak-anak penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa Petra, kota Nabire. Mendengar pertanyaan tersebut Mama Yo memastikan bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti anak-anak normal lainnya.

“Valdo dan anak-anak di Sekolah Luar Biasa Petra di Nabire, kamu bisa berkarya dan bekerja apa saja sesuai dengan minat dan bakat kalian. Negara melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas memastikan bahwa para penyandang disabilitas memiliki hak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan. Jangan ada rasa pesimis, tetap maju terus, kembangkan bakat kalian dengan sekuat tenaga. Di kantor Mama Yo ada pegawai yang bekerja dengan menggunakan kursi roda juga.Hidup ini adalah anugrah, tetaplah optimis. Tolong para guru-guru untuk membimbing mereka agar bisa mandiri dan berkembang sesuai bakatnya.’’tegas Mama Yo.

Mama Yo menambahkan mendidik anak disabilitas membutuhkan keahlian khusus sehingga ia minta para guru bisa bijaksana dan tenang menghadapi anak-anak spesial tersebut. “Saya minta tidak ada diskriminasi terhadap anak disabilitas. Jangan ada kekerasan terhadap anak-anak ini, jangan ada bullying, jangan dicaci maki hanya karena mereka berbeda dengan anak normal. Pemerintah sudah berkomitmen untuk memutus mata rantai kekerasan. Saya minta ketua Yayasan aktif mencegah agar guru tidak melakukan kekerasan. Saya kecewa sekali apabila mendengar masih ada guru ataupun orangtua yang tidak menghargai hak anak.”ujar Mama Yo.

Menteri Yohana juga minta agar Pemerintah Daerah Nabire bisa lebih mendengarkan suara anak penyandang disabilitas dengan memiliki program kegiatan yang bisa membantu mereka berkembang dan siap hidup mandiri serta sosialisasi UU Penyandang Disabilitas yang lebih masiv agar para orangtua yang memiliki anak disabilitas tidak malu dan berani menyekolahkan anak mereka ke sekolah khusus.

Dialog yang mengambil tema Stop Bullying karena Kitorang Sayang Anak Papua dila.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini