by

Polemik dan Kisruh Pasar Sentral Siwa sudah Selesai : DPRD Wajo, Pemerintah dan Pedagang Hasilkan Poin kesepakatan

Porosnusantara.co.id, Wajo Sulawesi Selatan – Pasar Sentral Siwa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo sudah di tempati oleh pedagang sejak setahun yang lalu. Salah satu pasar modern yang berlantai dua yang di lengkapi fasilitas lods, kios, pelataran dan ruko. Saat waktu pembagian tempat lods, kios dan pelataran di dalam pasar oleh Pemda Wajo (Dinas Pasar dan Perdagangan Kab Wajo) dengan sistem undian tempat berdasarkan jenis jualan pedagang dengan prioritas korban kebakaran tahun 2002 silam yang masih aktif menjual.

Adapun jumlah ruko di pasar siwa 70 unit juga sudah di bagikan oleh Pemda Wajo ke pedagang. Namun di sinyalir adanya polemik karena di duga adanya pedagang yang sudah memiliki kios, lods dalam pasar juga mendapatkan ruko. Pada hal masih ada pedagang korban kebakaran tahun 2002 yang belum sama sekali mendapatkan kios, lods maupun ruko pada hal masih aktif menjual. Karena banyaknya laporan masuk ke Pemda Kabupaten Wajo dan DPRD Wajo serta pemberitaan di media, maka pemerintah kecamatan Pitumpanua mengundang pedagang pasar siwa melakukan pertemuan di aula kantor camat Pitumpanua hari kamis 3/10/2019.

Pertemuan tentang polemik pasar siwa di hadiri Anggota DPRD Wajo Elfrianto,ST. Dinas Pasar dan Perdagangan Kabupaten Wajo H A Sudarmin ,S,Sos.Camat Pitumpanua Andi Mamu, Polsek Pitumpanua, tokoh masyarakat, kordinator pasar Pitumpanua serta Komunitas Pedagang Pasar Siwa.

BACA JUGA  KEJARI KARAWANG TERUS MENGAWAL PEMBANGUNAN PEMDA DUA

Pertemuan yang berlangsung dua jam tersebut menghasilkan Poin Kesepakatan antara pedagang dan Pemda Wajo yang di bacakan oleh camat Pitumpanua.

Berikut Poin Kesepakatan tersebut:
1.Polemik dan kisruh pembagian kios, lods, pelataran dan ruko di pasar Siwa Kecamatan Pitumapanua sudah selesai.
2.Pedagang yang memiliki dua tempat bersedia menyerahkan salah satunya ke Pemda Wajo selanjutnya di serahkan kepada pedagang korban kebakaran tahun 2002 yang masih aktif menjual yang belum terakomodir.
3.Pedagang /Pemilik yang telah mengeluarkan biaya perbaikan kios,lods miliknya akan di gantikan oleh pedagang yang belum terakomodir untuk memiliki kios, lods tersebut, tetap di kordinasikan dan di fasilitasi oleh Pemda Wajo (kordinator pasar siwa).
4.Bagi penjual/pedagang yang belum memiliki tempat, lods, kios agar mendaftar segera kepada Dinas Pasar dan Perdagangan (Kordinator pasar Siwa) sampai tanggal 31 oktober 2019.
5.Dinas Pasar akan menerbitkan SIPT/SITU untuk pedagang yang sudah memiliki kios, lods dan ruko.
6.Pedagang yang sudah memiliki SIPT/SITU tidak boleh di pindah tangankan, diperjual belikan dan di sewakan, apabila ada pelanggaran Pemda Wajo akan ambil alih
7.Untuk lapak penjual buah yang ada di depan ruko, jalan poros makassar – rapopo di relokasi setelah ada tempat di sediakan oleh Pemda dan akan di usahakan secepatnya.
8.Iuran retribusi pembayaran kios, lods dan ruko menunggu keputusan Perda dan pembahasan DPRD Wajo.
9.Pedagang bersedia bersihkan tenda darurat dan membuat atap teras ruko (kanopi) ukuran 2,5 m dengan rapih dan teratur sebagai pelindung sinar matahari masuk dalam ruko.

BACA JUGA  PLTA Poso Peaker 515 MW Siap Beroperasi Dukung Jaringan Transmisi Trans-Sulawesi

Dengan adanya poin kesepakatan yang di hasilkan dari pertemuan, mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan pertanda politik dan kisru pasar siwa sudah selesai.

Elfrianto Anggota DPRD Wajo dari dapil IV(Pitumpanua-Keera), yang hadir pada pertemuan sangat senang dengan selesainya polimik dan kisru pasar Siwa
” Harapan saya kepada semua pihak, pasar Siwa sudah menemui titik terang mari kita laksanakan hasil kesepakatan tersebut dengan komitmen dan konsistem. Mari kita bersatu bekerja dan memikirkan kembali kejayaan pasar Siwa sebagai jantung perekonomian yang bisa mensejahterahkan masyarakat dan kemajuan daerah.” harapannya kepada semua masyarakat Pitumpanua.

Sementara Kadis Pasar dan Perdagangan Kab Wajo H Andi Sudarmin, S.Sos, meminta padangan tetap bersinergi, bersatu, berkordinasi dengan pemerintah untuk menciptakan ketertiban, dan mengutamakan kenyamanan pengunjung pasar agar supaya pasar Siwa bisa ramai. Dan bersedia juga bersedia mencarikan solusi poin kesepakatan yang telah di hasilkan agar pedagang fokus menjalani profisinya.

BACA JUGA  KPU SAWAHLUNTO GELAR SOSIALISASI PENCALONAN PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA 2018

Dalam hal ini Camat Pitumpanua Andi Mamu,S.STP.,M.Si, selaku pemerintah kecamatan bersedia menyediakan air bersih untuk kebutuhan pasar Siwa dan keamanan pasar. ” Kita sudah berkordinasi dengan direktur PDAM untuk memasang infrastruktur pengadaan air bersih untuk kebutuhan pasar dan keamanan pasar kita kordinasikan dengan Polsek Pitumpanua dan Koramil.” terang Andi Mamu.

Ketua Organisasi pedagang pasar Siwa H Rukman Nawawi, berterima kasih dan berharap kepada dewan, pemerintah selalu hadir memberikan solusi yang konfirmasi atas masalah yang terjadi di tengah masyarakat sehingga masyarakat bisa merasakan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

Sementara Mujahidin selaku pedagang di pasar Siwa, merasa bersyukur karena apa di kwatirkan mengenai kisru pasar Siwa sudah selesai,apa di sepakati pedagang terkabulkan, kita sudah tenang menjual.

Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kab Wajo Muh Marsose, Persoalan pasar Siwa sudah selesai tidak perlu lagi di bentuk Pansus di DPRD Wajo itu hanya pemborosan anggaran, tutupnya. (Bust)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini