oleh

BEM Fak. Pertanian Indonesia: Andi Amran Sulaiman, Menjadi Motivator dan Inspirasi Kami

Porosnusantara.co.id, Jakarta – Sosok Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, Kabinet Kerja-Kerja-Kerja, Jokowi-JK,  sangat mempengaruhi Visi Generasi Milenial Pertanian, hal tersebut terungkap saat “Diskusi dan Sosialisasi “RUU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan” yang baru disahkan oleh DPR RI. 150 Orang BEM Mahasiswa Fakultas Pertanian dari seluruh Indonesia hadir, di Kanpus Kementerian Pertanian, Jumat, 27/09/2019.

Menteri Pertanian, yang bersosok sederhana namun bila mendengar “Orasi”nya, pasti audiens terkaget-kaget, yang tadinya menyepelekan pasti semakin penasaran, bagaimana tidak, Andi Amran Sulaiman, salah satu menteri paling kaya di kabinet kerja, Jokowi-JK, namun berpenampilan sangat bersahaja tak “Sepotongpun Perhiasan” menempel di tubunya yang tegap dan kekar dengan kulit legamnya, banyak orang yang tak mengenalnya akan “Anggap Enteng”, belum lagi Visi dan Misi Pertanian yang menjadi Obsesinya sedari muda ketika studi di Faperta Unhas, pria yang lahir di pedalaman Sulsel ini, menyelesaikan studi S1 hingga S3 di Unhas, tak boleh dipandang sebelah mata, tidak sampai 5 Tahun

menjalankan tugas jabatan, prestasi sektor pertanian mengagetkan banyak pihak, bahkan Organisasi Pangan Internasional memberi Apresiasi atas capaian sektor pertanian indonesia. Impor bahan pangan indonesia yang sejak 20 tahun terakhir selalu konstan, kini berubah malah Ekspor Naik, bahan pangan yang dari dulu menjadi penyumbang Defisit Belanja Negara setelah BBM, kini terbalik, Inflasi bahan pangan dapat ditekan terutama pada saat puncak kebutuhan masyarakat, seperti hari besar keagamaan, sejak 2016 hingga saat ini harga bahan pangan stabil, bila ada gejolak itupun bersifat lokal kendalanya bukan produksi namun distribusi dan adanya keinginan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab, ingin menangguk keuntungngan sesaat.

BACA JUGA  Harkopnas 2019, Kemenkop Sosialisasi Koperasi di Car Free Day Jakarta

Nur Oktaviandini, Mahasiswi tingkat akhir Faperta Universitas Riau, menuturkan, sungguh bersyukur dapat berkesempatan bertemu kembali dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, setelah pertemuan pertama, saat Mentan memberikan Kuliah Umum di Unri 2 tahun lalu ujar Nur Oktaviandini, yang sering disapa Dini.

Dini, menyampaikan beberapa poin penting yang dapat diambil hikmanya setelah bertemu mentan, dulu kami melihat seakan “Pak Amran” ini Arogan, dan Egois, kita harus belajar 20 jam, harus bisa tidak meminta jajan sama Orang Tua, bahkan harus memberi penghasilan kita ke Orang Tua walau masih study, dulu ketika mendengarnya, kami  hanya tersenyum kecut, namun setelah merenungkan apa yang disarankan Mentan, akhirnya di kampus, kami melakukan diskusi dan mengikuti saran beliau. Luar biasa, satu persatu kami dari fakultas pertanian Unri, mulai mengakui apa yang di ucapkan Andi Amran Sulaiman, sungguh benar,  tidak ada yang tidak mungkin, sulit pasti, ini selalu saya ingat tutur Dini.

Kami sekarang menggarap 60 hektar lahan bekerjasama denga Pemkot Pekan Baru, Cabai, Sayur Mayur, Kopi dan Kakao, menjadi komoditas andalan kelompok kami, hingga saat ini kami sudah memanen beberapakali tanaman cabai, makanya kami tadi sangat bersyukur mendapat bantuan bibit hortikultura, perkebunan dan traktor roda 4, terimakasih untuk bapak menteri yang menjadi sumber inspirasi kami, pungkas Dini, selain dini kita juga dapat menyimak pengakuan Mahasiswi dari Universitas Sam Ratulangi Menado ini.

BACA JUGA  Mentan SYL Ke BPS Sinergikan Data Pertanian

Regina, BEM Faperta Universitas Sam Ratulangi, menuturkan, kesan bertemu Mentan Andi Amran Sulaiman, beliau Motivator dan Inspirator buat kami generasi milenial, Prop. Sulut, saat ini mengejar ketertinggalan dari propinsi lain, mentan, beberapa kali ke daerah kami, memberikan banyak bantuan Benih hingga Alsin, sektor pertanian menjadi Trending Topik di tataran generasi muda di sulut, sektor yang dulu dianggap marginal kini menjadi populer asal kita mau bekerja keras dan berinovasi untuk nilai tambah produk pasti bisa, itu penuturan Mentan yang selalu kami ingat.

Bersyukur bertemu Mentan Andi Amran Sulaiman dan berharap beliau dipercaya lagi untuk melanjutkan pembangunan pertanian, bila tidak beliau, siap yang mau dipercaya, kami berhara, harus bisa mengimbangi capaian kinerja beliau jangan mundur lagi, tegas Regina, sedang Farafah dari BEM Univ. Gorontalo, menyampaikan kesannya akan sosok Andi Amran Sulaiman.

Farafah dari BEM Faperta Univ. Gorontalo, menuturkan kesan bertemu Andi Amran Sulaiman, kami sudah kali kedua ini berkesempatan bertatap muka dan kali ini bisa lebih dekat lagi dan berdialog langsung. Mentan Andi Amran Sulaiman, sosok yang penuh Inspirasi, Gorontalo yang terkenal dengan jagungnya, sejak mekar dari sulawesi utara, propinsi kami berbenah dan beruntung masuk menjadi propinsi prioritas kementerian pertanian dalam program swasembada jagung, dari 2016 hingga saat ini, propinsi gorontalo sudah ekspor jagung 500.000 ribu ton lebih. Mentan Amran tidak main-main, bahkan Presiden Joko Widodo pun mengakui keunggulan jagung gorontalo, tidak kalah dengan jagung pulau jawa dan propinsi lain, dulu kami bila ekspor harus lewat sulut atau sulsel bahkan sering lewat surabaya jawa timur, namun 3 tahun terakhir dengan dorongan mentan lewat fasilitas karantina, propinsi gorontalo langsung ekspor jagung ke Philipina dan Malaysia. Mentan kita yang satu ini sungguh spesial, sangat menginspirasi dan penyh kejutan, membuat kita komunitas pertanian indonesia khususnya “Generasi Milenial” lebih percaya diri dan Optimis Sektor Pertanian bukan hanya Mensejahterahkan namun dapat Menjaga Kedaulatan dan Kehormatan Bangsa. Semoga Beliau tetap Mendapat Amanah dari Kabinet Jokowi-Mahcruf Amin, di periode kedua nanti, ujar Farah mengakhiri bincang sesaat diselah Diskusi RUU. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini