by

Peningkatan kesejahteraan Warga Depok Dapat di Capai dengan Program P2WKSS

 

Poros nusantara, Depok – Kepala Dinas perlindungan Anak pemberdayaan Masayrakat dan keluarga ( DPAPMK ) Kota Depok Nessi Annisa Handari Mengatakan ” Pelaksanaan Pembangunan di Kota Depok berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan dan dinamika penduduk, disamping faktor sosial budaya, ekonomi dan politik, tercakup pula pergeseran nilainilai dan aspirasi masyarakat yang dinamis ”

Dilihat dari sisi demografis, penduduk Kota Depok tahun 2017 berjumlah 2.254.513 jiwa, dengan komposisi 1.135.539 jiwa atau 50,4% laki-laki dan 1.118.974 jiwa atau 49,6% perempuan. Perempuan dengan jumlah tersebut apabila diberdayakan secara maksimal merupakan aset yang sangat berharga bagi keberlangsungan dan kemajuan pembangunan di Kota Depok.

Akan tetapi Lanjut Nessi , dalam kenyataannya, pembangunan di Kota Depok masih masih bias gender. Berdasarkan data gender dan anak Kota Depok Tahun 2017 yang disusun oleh Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik Kota Depok, nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok pada tahun 2016 sebesar 79,60, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Depok sebesar 92,89 dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kota Depok sebesar 81,23. Pembangunan bias gender merupakan selisih antara nilai IPM dengan nilai IPG, makin besar selisih antara IPM dengan IPG maka kata Nessi Pada Poros Nusantara Baru Baru ini .

Nessi menambahkan, pembangunan yang bias gender di suatu wilayah makin tinggi.
Penduduk dapat menjadi aset yang sangat bermanfaat bagi pembangunan apabila memiliki kualitas, namun penduduk akan menjadi beban jika memiliki kualitas yang rendah. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi untuk menggali potensi yang dimiliki penduduk yang masih terpendam dan belum tersentuh program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah

BACA JUGA  Resmi Di Lantik, Ketua dan Wakil Ketua Definitif DPRD Kab. Tanah Datar

untuk Itu Lanjut Nessi
Sebagian kecil penduduk di Kota Depok usia produktif berjenis kelamin perempuan masih ada yang pendidikan dan kesehatannya berkualitas rendah sehingga mereka belum dapat mengembangkan potensinya secara maksimal, dan ini akan menambah beban kota, sehingga apabila hal ini dibiarkan akan mengurangi nilainilai hasil pembangunan yang telah dan akan dicapai. Oleh karena itu optimalisasi penduduk sebagai sumber pembangunan perlu dipertimbangkan dengan berbagai upaya peningkatan kualitas hidup baik lakilaki maupun perempuan untuk dapat berperan aktif dalam pembangunan.
Sesuai dengan Visi Kota Depok: Kota Depok Yang Unggul, Nyaman dan Religius

program penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui strategi dan arah kebijakan peningkatan ketahanan pangan, pelayanan kesejahteraan sosial, serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai melalui pelaksanaan program P2WKSS, karena salah satu tujuan program tersebut adalah mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat dan sejahtera termasuk perlindungan perempuan dan anak dengan meningkatkan kedudukan, peran, kemampuan, kemandirian serta ketahanan mental dan spiritual perempuan melalui kegiatan lintas bidang pembangunan dalam rangka pembangunan masyarakat di wilayah tertinggal , Imbuh nya

Tahun 2019 Program P2WKSS Kota Depok dilaksanakan di 2 (dua) lokus kelurahan yaitu Kelurahan Bojong Pondok Terong dan Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung dengan 10 (sepuluh) RW. Kelurahan Bojong Pondok Terong berada di RW. 07, RW. 08, RW. 09, RW. 10 dan RW. 11, sedangkan di Kelurahan Cipayung berada di RW. 01, RW. 02, RW. 09, RW.10 dan RW. 11 .
Sementara itu, untuk fokus penilaian di Tingkat Provinsi Jawa Barat lokasi berada di RW. 10 dan RW. 11 Kelurahan Bojong Pondok Terong

BACA JUGA  Sulteng Semangat Tambah Areal Tanam Pajale Pasca Gempa dan Likuifaksi

Masih Kata Nessi , Program tersebut seyogyanya dapat secara nyata langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para keluarga binaan, seperti rehabilitasi rumah tidak l ayak huni, bantuan rehabilitasi sanitasi, pembangunan jalan lingkungan, pelatihan ketrampilan bagi kaum perempuan, penyuluhan perilaku hidup bersih sehat, optimalisasi program Keluarga Berencana, keagamaan, hukum, gizi dan lain sebagainya.
Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Kota Depok melakukan koordinasi dalam rangka upaya menyelaraskan program-program yang ada di Perangkat Daerah (PD) maupun instansi lainnya, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan. Program penanggulangan kemiskinan di Kota Depok melalui pelaksanaan program P2WKSS diharapkan dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk membangun diriya sendiri, dalam bentuk mobilisasi serta pemanfaatan seluruh potensi wilayah nya .

sesungguhnya sudah sejalan dan dapat menjawab tantangan untuk mencapai 17 tujuan dan 169 target SDGs (Sustainable Development Goals) pada tahun 2030. Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di manapun dan menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan yang menjadi salah satu tujuan dari SDGs, maka pembangunan pemberdayaan perempuan merupakan komitmen nasional yang dijadikan sebagai bagian integral dari pembangunan sumberdaya manusia, dimaksudkan untuk meningkatkan status, posisi dan kondisi perempuan agar dapat mencapai kemajuan yang setara dengan laki-laki.

BACA JUGA  Final Leg Kedua Liga Indonesia PSM vs Persija Batal, Suporter dan Presiden The Macs Man Kecewa

Nessi Menilai , Sebenarnya
potensi perempuan merupakan asset nasional yang besar, yang harus dapat dikembangkan untuk membangun Indonesia. Sebaliknya, jika penduduk perempuan tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan potensinya, maka perempuan dapat menjadi beban bangsa serta mengurangi nilai hasil pembangunan yang telah dan akan dicapai. Untuk itu, optimalisasi penduduk sebagai sumber daya pembangunan harus senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berperan dalam pembangunan.

Salah satu upaya pemerintah bersama masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan peran perempuan dalam pembangunan adalah melalui Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Program ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam serta lingkungan untuk mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat sejahtera dan bahagia untuk pembangunan masyarakat desa dan atau kelurahan, dengan perempuan sebagai penggerak nya . jelas Kadis DPAPMK Nessi Annisa Handari Pada Poros Nusantara . ( Boy / Wahyu Gondrong )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini