by

Pemprov Kalbar,Desak Pemda Kab/Kota Awasi dan Mutahirkan Data Peredaran Solar

 

Poros Nusantara (Kalimantan Barat) – Pemerintah Provinsi Kalbar menginstruksi Pemerintah kabupaten dan Kota se Kalimantan Barat. Agar mempersiapkan data kebutuhan jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) jenis solar.
Instruksi tersebut, berdasarkan surat kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalbar nomor : 518/1438/KUKM-IV.2 tanggal 11 September 2019 , sebagai tindak lanjut surat Gubernur Kalbar nomor : 541/2693/Ekon-B perihal penyiapan data kebutuhan BBM bagi darerah Kabupaten/Kota, dan pengawasan serta pelaporan pelaksanaan Alokasi kuota jenis bahan bakar minyak tertentu jenis solar bagi konsmen pengguna.
Data yang dihimpun Poros Nusantara, alokasi kuota volume jenis bahan bakar minyak tertentu jenis solar (Gas Oil) tahun 2019, khususnya pengguna di Kalbar berjumlah total 47. 206 Kilo Liter (KL). Terdiri dari peruntukan usaha perikanan 37. 799 KL, usaha pertanian 6.696 KL, Usaha Mikro 1. 627 KL dan layanan umum 1.084 KL.
“Termasuk Kota Singkawang, telah diinstruksi Gubernur Kalbar, agar melakukan pemutahiran data secara periodik berkenaan dengan kebutuhan solar bersubsisi bagi konsumen pengguna, serta pelaporan pengawasan peredarannya. Terdiri dari usaha perikanan, usaha pertanian, usaha mikro dan layanan umum ,” kata, kepala dinas Perindagkop dan UKM Pemkot Singkawang, Drs. Muslimin, M.Si, belum lama ini menerangkan.
Untuk di Kota Singkawang sendiri, lanjut Muslimin, saat ini (tahun 2019) alokasi kuota bbm jenis solar untuk jenis usaha perikanan berjumlah 3.910 kilo liter (KL). Usaha pertanian 380 KL. Usaha Mikro 92 KL. Dan untuk layanan umum sebjmlah 62 KL. Kuota ini berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi RI nomor : 14/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2019. Jadi total penerimaan atau peredaran kuota solar khususnya di Kota Singkawang berjumlah 4.444 KL ,” ungkap Muslim, September 2019.
Menurut Muslimin, kebutuhan solar subsidi untuk usaha mikro dan layanan umum di Kota Singkawang, memang dirasakan tidak mencukupi. Hal ini berdasarkan pertambahan penggunan bahan bakar solar yang terus meningkat. Sebelumnya, Muslimin mengatakan, peredaran migas di Singkawang, merupakan prioritas kerjanya. Menurut dia, adanya surat dari Gubernur yang dilanjuti oleh Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Kalbar, menjadi penguatan prioritas kerja dalam melakukan pemutahiran data, pendataan kebutuhan solar masyarakat, dan penyampaian laporan hasil pemutahiran tersebut serta laporan pengawasan realisasi alokasi kuota BBM. Harapannya, adanya pemutahiran data secara periodik, dapat menambah kuota bahan bakar solar. Sehingga maksimal bisa memenuhi permintaan konsumen, akan tersedianya bahan bakar solar di Singkawang. (Ibnu Azan)

BACA JUGA  Singkawang Expo 2019 Resmi Ditutup

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini