by

Karyawan Juluki Pemilik Tambang Ilegal Bos Boi Curang, Diktator, dan Diduga Pengguna Sabu

 

Poros Nusantara.co.id – Pengusaha Tambang Ilegal di Kabupaten Paniai khususnya di wilayah Pesisir Kali Degeuwo Jauh dari pengawasan Pemerintah, Tak lajim dimana telah terjadi kegiatan penambangan emas ilegal, dalam hal ini sering terjadi kecurangan serta ketidakterbukaan dalam pembagian hasil tambang antara pekerja dengan para pelaku atau Bos tambang ilegal yang ada di Nabire dan Paniai Khusus nya di pesisir wilayah kali degeuwo, Hal ini membuat para pekerja tambang berasal dari Sangihe dan Talaud mengungkapkan rasa kekesalanya terhadap Pemilik Tambang Illegal di pesisir kali degeuwo Wiknes Rakinaung yang di kenal dengan nama penggilan Bos Boi.

Ungkapan kekesalan yang di Utarakan oleh para pekerja tambang yang bekerja di lokasi tambang milik Bos Boi selaku bos Tambang emas Ilegal. kepada Media para pekerja menjelaskan bahwa, “Kami merasa kesal dimana Hasil yang kami terima tidak sesuai dengan jumlah perhitungan hasil kerja yang kami dapatkan selama beberapa bulan berjalan, “ungkap para pekerja belum lama ini.

“Selama kami bekerja, kami telah mendapatkan hasil tambang yaitu emas kurang lebih 25 kg dan itupun sebagai perkiraan terendah dari prediksi kami sebelumnya dimana hasil kami ketahui kurang lebihnya 30 kg,” jelas para pekerja.

BACA JUGA  H. Atos Pratama Buka Acara Sosialisasi Jambore Pemuda Indonesia Dan Pemuda Pelopor

“Bos Boi juga di kenal tangan ringan, sering memukul karyawan tanpa alasan, didalam pekerjaan. Bos Boi selalu membandingkan kekuatan bekerja atara Dia dengan karyawan, di mana Bos Boi bisa kerja satu minggu tidak tidur.
Terkadang karyawan kewalahan untuk mengawal Bos Boi jika kerja. Hal tersebut di duga Bos Boi menggunakan sabu-sabu sebelum bekerja, sehingga membuat daya tahan bekerja lebih lama di bandingkan kekuatan manusia normal,” beber karyawan.

Satu hal yang menjadi kekesalan kami di mana pada saat pembagian hasil, menejemen dari Bos Boi tidak menjelaskan sebenarnya berapa banyak hasil yang kami dapat selama bekerja. Dan berapa banyak pengeluaran yang terpakai selama kami bekerja.

Namun lain hal yang kami temui pada saat pembagian hasil dimana kami hanya di panggil satu per satu untuk menerima Amplop dari Bos Boi,” beber salah satu kariawan yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Menanggapi Hal tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua Yerri Basri Mak mengatakan, Pihaknya dalam waktu dekat akan segera  turun dilapangan untuk mengecek lokasi tambang emas ilegal yang di kerjakan oleh Bos Boi guna melihat langsung kondisi area tambang serta mengecek legalitas usaha tambang yang di miliki oleh Bos Boi pengusaha asal sangihe yang berada di Wilayah pesisir Kali degeuwo, Kabupaten Paniai.

BACA JUGA  Pemuda Pancasila PAC Karangtengah Buka Turnamen Sepak Bola Mini.

“Jika terbukti dilapangan bahwa Bos Boi benar dengan adanya dugaan kecurangan terhadap kariawannya, hal ini akan kami tindak lanjuti kepada pihak yang berwajib, dan kami akan membawa kasus wilayah tambang milik Bos Boi untuk di koordinasikan dengan pihak pertambangan Provinsi untuk memperjelas legalitas kegiatan tersebut,” tegas Yerri Basri Mak.

“Sesuai informasi dan data yang kami terimah bahwa wilayah tersebut telah terjadi pengrusakan hutan yang luar biasa yang di lakukan oleh parah pengusaha tambang guna untuk kebutuhan kegiatan tambang di wilayah tersebut,” kata yeri.

“Kami juga akan turun langsung kelapangan untuk mengecek apa kontribusi nyata yang sudah di buat oleh Bos Boi dan seluruh pengusaha tambang ilegal yang ada di pesisir kali degeuwo kepada masyarakat adat setempat, jika tidak bermanfaat bagi masyarakat serta hanya memanfaatkan hasil keringat para pekerja, “Saya Selaku Ketua LSM WGAB Provinsi Papua akan melanjutkan permasalahan ini kepada pihak dinas terkait di daerah dan Provinsi Papua, serta akan membawa kasus ini keranah hukum, agar pihak Tindak Pidana Tertentu (TIPITER) Polda Papua Segerah Mengusut Kasus Dugaan Kegiatan Tambang Emas Ilegas Milik Bos Boi beserta para Bos-Bos pelaku tambang ilegal lainnya yang berada di wilayah pesisir kali Degeuwo Kabupaten Paniai,” Tandas Yerri Basri Mak.

BACA JUGA  PERPUSTAKAAN KEL. MELATI I RAIH PRESTASI PADA LOMBA PERPUSTAKAAN DAN GELAR BUKU THN 2017

Setelah di konfirmasi melalui Via Whatdapp, Bos Boi tidak membalas, bahkan di datangi tiga hari berturut – turut di rumah kontrakannya tepat di jalan Mapia Girimulyo Nabire, Bos Boi terkesan menghindar dan tidak ingin bertemu dengan media, atau siapapun. Keesokan harinya
di ketahui Bos Boi sudah terbang menggunakan helicopter ke wilayah tambangnya, hal ini membuat wartawan kesulitan untuk mengkonfirmasi hal tersebut ke Bos Boi.

( Pewarta: Spd )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini