oleh

Pemerintah pusat penyaluran Program bantuan abal abal

 

Poros Nusantara, Solok –  Nagari sungai jambur terletak di kecamatan IX koto sei lasi kabubaten solok. Nagari ini Pada tahun 2017, yang lalu telah di tetapkan sebagai nagari mandiri pangan. Yang ditetapkan melalui SK Gubernur Sumatera Barat. Nomor. 521/206/2017 tertanggal 3.Februari 2017. Untuk itu di instruksi kan kepada Dinas terkait baik di provinsi Sumatera Barat maupun di kabupaten Solok, Untuk membantu Nagari mandiri pangan, dalam semua program yang ada di instansi bersangkutan demi untuk mengejar ketertinggalannya baik dalam masalah pembangunan infrastruktur maupun di bidang ekonomi lainnya. Menurut salah seorang tokoh masyarakat di Nagari sungai jambur Ajisril datuk puncak mengatakan bahwa pada tahun 2018 Yang lalu, Nagari sungai jambur mendapat bantuan dari Dinas Koperindag kabupaten Solok, berupa 20 unit alat tenun songket lengkap dengan bangunan Pondok tenun,  Senilai lebih kurang Rp. 500.000 000,- (Lima ratus juta rupiah) .

Namun menurut penuturan tokoh masyarakat tersebut kepada Wartawan poros Nusantara, dari 20 Unit alat tenun tersebut Hanya 6 unit yang berfungsi,  namun laporan ke dinas tetap berjalan semuanya . Hal ini terjadi karena pihak dinas terkait tidak pernah melakukan evaluasi terhadap kegiatan di lapangan, Sehingga bantuan tersebut menjadi program memperkaya oknum aparat tertentu melalui kongkalingkong. Bukan itu saja, di bidang pertanianpun demikian juga seperti bantuan dana dari Dinas ketahanan pangan, yang telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 220.000.000,- (Dua ratus dua puluh juta rupiah) kepada Gapoktan Nagari sungai jambur dengan perincian sebagai berikut : Rp100 juta untuk pembeli gabah masyarakat serta yang Rp 120 Juta Untuk dana operasional Gapoktan selam 2 tahun yaitu tahun 2018 hingga 2019, namun anehnya pengelolaan dana tersebut tidak jelas dan masyarakat Nagari sungai jambur tidak merasakan manfaat nya. Dan hal ini pun dibenarkan oleh Gusliyarni selaku sekretaris maupun bendahara Gapoktan Nagari sungai jambur.

Ketika di Hubungi media ini, mereka mengatakan bahwa kami sebagai Sekretaris dan bendahara Gapoktan hanya di bawa ketua Gapoktan ke Bank untuk mengambil uang saja, selanjutnya uang di simpan di rumah ketua. Ketika kami tanyakan tentang pengelolaan uang tersebit ketua Gapoktan marah – marah kepada kami seraya berucap, kamu tak perlu tahu, pokok nya laporan keuangan saya telah di terima oleh petugas pendamping. Ada permainan apa antara ketua kami dengan petugas pendamping dari Dinas ketahanan pangan tersebut ?Entahlah, Ketika ditanyakan kepada bapak Denni oshar spd Wali nagari sungai jambur, beliaupun mengatakan tidak begitu mengikuti perjalanan kegiatan Gapoktan tersebut, ucapnya sambil mengahiri keterangan nya kepada media ini. ( Dahler)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini