by

Bupati Bengkayang Suryadman gidot dan 6 rekannya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK

 

 

Poros Nusantara, Singkawang – Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot sebagai tersangka kasus korupsi, 5 sept 2019. Penetapan ini adalah tindak lanjut dari hasil OTT selasa (3/9) kemaren.

Gidot bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bengkayang Alexius ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan tersangka pemberi suap adalah Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Dat, Pandus dari pihak swasta.

“Dalam OTT tersebut KPK mengamankan telepon seluler, buku tabungan, uang Rp 336 juta dalam pecahan Rp 100 ribu sebagai barang bukti”. Jelas Basaria Panjaitan selaku wakil ketua KPK.

Gidot dan Alexius sebagai tersangka penerima suap dijerat pasal Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 kesatu KUHP.

BACA JUGA  Reakreditasi Penilaian Puskesmas Masyarakat Simabur Adakan Bakti Sosial

Sementara tersangka pemberi suap, Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Dat, Pandus disangka melanggar Pasal5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Basaria menjelaskan bahwa KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus korupsi.

Kronologi kejadian
Suryadman Gidot meminta uang kepada Kepala Dinas PUPR Bengkayang Alexius dan Kepala Dinas Pendidikan Bengkayang Agustinus Yan pada Jumat (30/8)

BACA JUGA  Satlantas Depok Bentuk Tim Ucet Polwan Atasi Kemacetan di Jalan Margonda

Dia meminta jatah atas anggaran penunjukan langsung tambahan APBD-Perubahan 2019 untuk Dinas PUPR sebesar Rp7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp6 miliar.

AKS (Alexius) dan YN (Agustinus Yan) bertemu menghadap bupati jam 8 pagi. Dalam pertemuan tersebut, Suryatman Gidot] meminta uang kepada AKS dan YN masing-masing masing-masing sebesar Rp300 juta.

Alexius meminta persetujuan kontraktor pada Minggu (3/9) dengan menawarkan proyek yang bersumber dari dana penunjukan langsung dengan biaya sebesar 10 persen dari nilai proyek sekitar Rp20-25 juta.

Pengusaha pun menyetujuinya dan mereka lalu mengirimkan uang kepada Fitri Julihardi, PNS pada Dinas PUPR. Besaran yang dikirim antara lain : Bun Si Fat 120jt, dari Pandus, Yosep dan Rodi 160 dan 60 Juta dari Nelly Margharetta.

BACA JUGA  SEKDA NTT WANTI-WANTI ASN JELANG PILGUB 2018

Lalu pada selasa (3/9), Alexius mengadakan pertemuan dengan Bupati Suryadman di mess pemda Bengkayang dan sudah menyiapkan uang 336 juta dalam pecahan 100 ribu. Tim KPK lalu menyergap masuk ke dalam ruang pertemuan dan menyita uang suap tersebut. Biro Singkawang (JF)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini