oleh

Pemerintahan Nagari Koto Tuo Di Duga Serobot Lahan Ulayat Warga Pasie Laweh.

 

Porosnusantara, Tanah Datar Sumbar – Rencana pembangunan jalan rabat beton di Jorong Pematang Tinggi, Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, menuai banyak kecaman dari masyarakat dan sebagian pemilik lahan yang ternyata berasal dari kenagarian Pasie Laweh. Rencana pembangunan jalan rabat beton ini yang kurang lebih panjangnya 150 meter itu, menindak lanjuti pembangunan jalan yg sudah di cor sebelumnya pada area Nagari Koto Tuo. Pelaksanaan gotong royong pelebaran jalan ini pun tidak melibatkan masyarakat pemilik lahan dan pemerintahan nagari Pasie Laweh, padahal itu termasuk kawasan dari kenagarian Pasie Laweh.

Seperti yg di sampaikan Mukhtar Kiman selaku Walinagari Pasie Laweh kepada media ini bahwa yang di gorokan untuk pelebaran jalan rabat beton itu adalah milik tanah ulayat (kaum.red) masyarakat Pasie Laweh. Bukan tanah atau kawasan pemerintahan Nagari Koto Tuo.” Kami tidak tau kapan mereka gotong royong dan pemilik lahan sebanyak 13 orang sebagian tidak mengetahui kalau lahan mereka akan dipakai untuk pelebaran jalan.

Padahal itu milik kaum daripada masyarakat nagari Pasie Laweh. Secara pemerintahan nagari, itu sudah melanggar aturan dan undang undang kenagarian tentang batas wilayah. Dan setelah kejadian ini, kedua belah pihak pemerintahan nagari akhirnya sepakat bahwa pembangunan jalan itu yang kurang lebih 150 meter dari tepi jalan, akan di anggarkan dan di lanjutkan pembangunannya oleh pemerintahan Nagari Pasie Lawe.” Kata Mukhtar Kiman 3/ 9 di kantornya.
Namun persoalan tidak berhenti dengan kata sepakat tadi, sebab pemilik lahan tidak mengizinkan lahannya dipakai karena dari awal tidak ada koordinasi dari pemerintahan Nagari Koto Tuo.” Saya tidak akan melepaskan tanah saya dipakai untuk pembangunan tersebut sebab dari awal saya tidak tau dan tidak di beritahu oleh kenagarian Koto Tuo bahwa tanah saya akan dipakai untuk pelebaran jalan, sementara disitu ada kuburan keluarga yang tidak mungkin bisa dipindahkan begitu saja. Walinagari Koto Tuo dan perangkatnya tidak ada koordinasi dengan saya termasuk yang lainnya, artinya pemerintahan nagari Koto Tuo sudah berusaha merebut lahan orang lain tanpa setahu pemiliknya.

Saya akan lapor ke pihak berwajib, menunggu kedatangan anak saya dulu.” Tutur salah seorang pemilik lahan yang tanahnya terpakai untuk pelebaran jalan.
Menanggapi hal ini, Yulius. BSc Walinagari Koto Tuo mengatakan bahwa itu semua sudah melalui proses.” Sebelum saya kadi walinagari, kesepakatan itu sudah ada. Saya hanya melanjutkan. Memang tanah itu yang sebagian punya masyarakat Pasie Laweh, tapi yang sebagian lagi punya masyarakat Koto Tuo. Bahkan ada yang sudah di beli dari pemilik lahan ulayat Pasie Laweh. Kita sudah sepakat bahwa nanti pembangunan jalan tersebut akan di lanjutkan oleh pemerintahan Nagari Pasie Laweh karena memang itu wilayahnya Pasie Laweh.” Kilah Yulius…(Dwi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini