oleh

Karawang,Jawa barat, Negeri para Dewa

 

Porosnusantara, karawang – kekayaan alam Nusantara memang tak habis habis nya untuk disyukuri. Demikian juga dengan sejarah dari penduduk nya dari masa ke masa, bahkan jauh sebelum Negeri ini terbentuk. Hal ini dapat kita lihat dari kekayaan sejarah yang diketemukan baru baru ini, dimana pada abad ke 5 – 7 di karawang terdapat sebuah lingkungan pemujaan bagi para dewa, oleh para penganut agama budda, dahulu.

Dalam kawasan ini ditenggarai ada candi dan situs sebanyak 62 titik, yang mana hingga pada saat ini masih berlangsung penelitian yang lebih mendalam tentang kawasan ini, dimana peninggalan candi dan situs ini, diketahui masih jauh lebih tua dari candi borobudur, mungkin hingga 4 abad sebelum adanya candi borobudur yang telah menjadi keajaiban dunia tersebut. Dari hasil penelitian dan konservasi, serta pemugaran, telah dibuka untuk umum beberapa candi, yang cukup indah dan mengesankan, serta tempat tempat pengambilan air untuk mandi sebelum melakukan pemujaan pada dewa, di kawasan ini. Memang diakui oleh penjaga dan guide di candi ini, bahwa pemerintah daerah masih melakukan pengajuan dana untuk melakukan pemugaran terhadap semua situs dan candi yang berada di kawasan ini, hal ini disebabkan masih banyak nya ditemukan situs situs lain nya di kawasan Jawa barat. Situs dan candi ini diketemukan mulai tahun 1984, yang merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara pada abad 5 – 7 dan abad 7 – 10 pengaruh dari kerajaan Sriwijaya.

Namun dengan yang telah dibuka untuk umum ini juga sudah memperkaya pengetahuan kita dan membanggakan kita, ucap pengunjung yang berada di lokasi, sebab kita selaku masyarakat asli disini memiliki rasa bangga, karna kita tau pada jaman dahulu kala, masyarakat disini atau di Indonesia sudah pintar dan taat beragama, dimana maksut nya pintar itu adalah sudah dapat membangun sebuah komplek untuk ibadah, dan mereka pada saat itu sudah taat beribadah menurut agama mereka. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk asli Nusantara tidak kalah dengan penduduk asli di luar negri sana, katanya menambahkan. Mungkin hal promosi yang harus diperluas lagi, agar masyarakat lebih banyak mengetahui keberadaan dari candi candi dan situs yang ada ditempat ini, dan juga agar membuka situs lain nya, sebab sudah cukup lama situs ini diketahui keberadaan nya, namun masih belum bisa untuk kita lihat semua nya , tambah nya mengakhiri. ( carim/ team )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini