by

Kemendes lounching 10.000 desa wisata

Porosnusantara, Jakarta – Cita cita pembangunan Nawacita, harus sampai ke seluruh pelosok negri, hingga jauh sampai kedesa desa, hal ini dapat kita jumpai saat ini di perbagai desa, di Negri ini, demikian juga dengan Kementerian desa melakukan lounching 10.000 desa wisata, di Sahid jaya hotel, jakarta 13 agustus 2019. Dalam kata sambutan nya Menteri Desa, Eko putro sandjojo mengatakan, bahwa desa desa wisata itu sangat menguntungkan, dan hal ini dapat dilihat dari pengalaman 4 tahun terakhir ini, ternyata desa wisata tuh mampu memberikan pendapatan yang besar. Jadi sekarang banyak desa desa wisata yang pendapatannya lebih besar dari dana Desa nya, dan bahkan sudah banyak desa – desa wisata yang membayar pajaknya lebih besar dari dana Desa nya. Oleh karna itu maka desa wisata ini, wajib kita kembangkan. Maka saat ini kita kumpulkan semua stakeholder yang berhubungan dengan pembuatan desa wisata ini, mulai dari kepala daerah, kepala desa, dari swasta, dan dari BUMN. Supaya mereka semua bisa lebih cepat untuk membangun, supaya dana desa wisata itu bisa menjadi stimulus saja dalam pembangunan desa di Desa itu, bisa mandiri secara finansial. Menurut saya dalam 5 tahun kedepan dana desa itu antara 1 sampai 4 sampai 5 miliar tergantung dari kondisi desa.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan sejumlah desa ini dapat berkembang, bahkan dengan pendapatan yang jauh lebih besar dari dananya, adapun faktor faktor itu adalah :
Pertama, tingkat Kreatifitas masyarakat itu sendiri. Namun perlu kita ketahui, bahwa tidak semua masyarakat desa mungkin mempunyai visi kesana, makanya kami lakukan pendampingan, baik kerjasama dengan BUMN maupun swasta. Saat ini juga dalam lounching ini, kita menargetkan tahun depan kita bisa bangun dan ciptakan 10.000 desa wisata, karna desa wisata tuh simpel sekali. Sebagai contoh, ada sebuah desa di Gorontalo yang saya lihat Infrastruktur tidak ada sama sekali tapi itu justru dijadikan kekuatan, untuk menjadi daya tarik masuknya anak BC. Kalau dipakai tempat terbuka, misalnya perkebunan, dibuatkan tenda , dan dibuat sarana lainnya, seperti toilet yang bagus, lalu ada acara lain nya, seperti acara api unggun, acara cross country dan lain sebagainya. Selama tidak ada unsur korupsi, tidak ada masalah dengan konsep dan pembangunannya, serta keuntungan nya. Desa wisata seharusnya tidak mengalami kerugian, asal mental orang yang mengelolanya baik. Jadi investasi itu hanya soal waktu aja, tapi kalo fisiknya ada itu nggak mungkin menjadi kerugian, jelas nya mengakhiri. ( lulu )

BACA JUGA  Yonif RK 751/VJS Bahu Membahu Membantu Masyarakat Yang Terkena Banjir

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini