oleh

Net TV Bangkrut, Karyawan DI PHK Massal

Porosnusantara.co.id – Stasiun televisi swasta Net TV menjadi topik terpopuler (trending topic) di Twitter Indonesia. Setidaknya, ada 26,8 ribu unggahan yang membahas isu tersebut. Perbincangan di Twitter didominasi kabar tak sedap mengenai Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK massal di Net TV.

Mantan Editor in Chief Beritagar, Wicaksono pun mengomentari kabar PHK di Net TV. “Waduh,” kata dia melalui akun Twitter-nya @ndorokakung, Jumat (9/8). Ia juga menyematkan tautan berita terkait informasi tersebut.

Unggahan Wicaksono itu dikomentari 164 pengguna dan diunggah ulang (retweet) 801 kali. “Ketika ada stasiun televisi berkualitas, malah jatuh,” kata salah seorang warganet lainnya Andit Winanda Putra melalui akun Twitter-nya, @anditwinanda.

Beberapa warganet juga menilai bahwa program yang ditayangkan Net TV cukup bagus. Karena itu, mereka menyayangkan jika operasional stasiun televisi itu bermasalah, “Net TV itu acaranya bagus. Saya bangga saat Net TV mengudara karena programnya mendidik,” kata Andrew Azza Werdna melalui akun Twitter-nya, @andrewawerdna.

BACA JUGA  PANTAI NIPILIMA KEINDAHAN ALAM INDONESIA

Porosnusantara.co.id pun berupaya menghubungi pendiri yang menjabat Komisaris Utama Net TV Wishnutama. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban. Wishnutama juga menjabat komisioner di Kumparan sejak November 2017 hingga saat ini. Net Mediatama  memulai siaran percobaan pertamanya pada Mei 2013.

Pada tahun lalu, konglomerasi usaha milik keluarga Sudwikatmono, Indika Group, memiliki rencana besar untuk bisnis anak usahanya Net TV. Pengelola stasiun televisi itu mencari dana Rp 1 triliun melalui dua skema, yakni penawaran saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan penerbitan mandatory convertible bond (MCB). Melalui aksi korporasi tersebut, Tokopedia dikabarkan bakal menjadi pemegang saham terbesar kedua bagi Net TV.

BACA JUGA  KASAD INGATKAN PRAJURIT TNI-AD PERTAHANKAN KINERJA

Direktur PT NH Korindo Sekuritas Amir Suhendro Samirin mengatakan, Net TV hendak melepas satu miliar saham atau setara 4,88% saham setelah initial public offering (IPO) dengan target dana Rp 200 miliar. Perusahaan juga akan mengonversi MCB senilai Rp 800 miliar yang dibeli oleh Tokopedia menjadi 4,37 miliar saham atau setara 19,32% dari modal disetor perseroan.

“MCB ini akan dieksekusi saat pelaksanaan IPO,” kata Amir, pada tahun lalu (16/7/2018). (Baca: CEO Mundur, HSBC Pangkas 4.000 Karyawan) NH Korindo Sekuritas merupakan penjamin emisi yang ditunjuk Net TV untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut. Dengan demikian, pasca-IPO, saham NET TV yang dicatatkan di BEI akan mencapai 24,2%. Indika Group tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 75,8%. Namun, rencana tersebut urung dilakukan. Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia William Tanuwijaya  juga sempat menjelaskan bahwa perusahaannya bukan berniat membeli saham Net TV. “Bukan membeli saham, tetapi kami mendukung televisi kreatif di Indonesia. Apalagi Net TV sangat kreatif,” kata dia pada 25 September 2018.

BACA JUGA  Anggaran Penaganan Covid-19 Pemkab Wajo Disetujui DPRD Sebanyak Rp.23 M

Akhir bulan lalu, William dan Wishnutama juga tampak menemani Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) SoftBank, Masayoshi Son bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Pada perjumpaan itu, keduanya berada di deretan yang sama dengan Jokowi. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini