by

Optimalkan Dana Penelitian, Pemerintah Gandeng Swasta dan Pemda

Porosnusantara.co.id – Pada acara Katadata Forum bertema “Mencari Model Pengelolaan Dana & Pengorganisasian Riset untuk Indonesia”, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah alokasi anggaran dana penelitian untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Namun, apabila dilihat lebih detail lagi, hanya 43,7% dari anggaran dana penelitian yang digunakan untuk penelitian sedangkan sisanya dipakai untuk operasional yang menunjang penelitian. Jadi, anggaran penelitian di Indonesia belum optimal untuk penelitian itu sendiri.

BACA JUGA  GUBERNUR BANGGA AKAN POTRET PENDIDIKAN DI NTT

“Saya berharap dari (forum) sini bisa memikirkan ekosistem share services  antara pemerintah dengan pemda (pemerintah daerah) dan swasta mungkin dilakukan dimana kondisi teknologi sudah memungkinkan sehingga tiap penelitian tidak mulai dari nol. Jadi, anggarannya bisa ditujukan benar-benar untuk penelitian. Kita harus memikirkan apakah ada infrastruktur yang dapat dishare sehingga tidak memakan anggaran riset yang terlalu besar,” tegasnya di Soehana Hall The Energy Building, Rabu (31/07).

Permasalahan lainnya adalah tingkat akuntabilitas pertanggungjawaban dana riset. Peneliti kerap menyampaikan sulitnya melakukan penelitian sembari memikirkan laporan pertanggungjawaban. Terkait hal tersebut, Menkeu mengungkapkan mungkin universitas dapat membantu para peneliti dengan menyediakan riset serviced provider sehingga peneliti dapat fokus melakukan penelitian namun secara administrasi penunjang akuntabilitas tetap dapat dilakukan.

BACA JUGA  Nusantara Platinum Award Diwarnai Kisah Inspiratif

Selain itu, saat ini ungkap Menkeu kontribusi terbesar riset utamanya dari pemerintah sedangkan swasta hanya berkontribusi sebesar 10%. Sedangkan apabila sebuah riset dilakukan oleh swasta biasanya dapat memberikan hasil atau solusi yang lebih nyata. Untuk itu, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019 mengeluarkan insentif yang disebut super deductive tax. Peraturan ini, apabila perusahaan melakukan penelitian atau memberikan pelatihan vokasi maka perusahaan tersebut akan mendapatkan insentif dua sampai tiga kali lipat. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini