by

Syam Resfiadi Ungkap Kesuksesan Patuna Sebagai Biro Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah

Porosnusantara.co.id, Jakarta — PT. Patuna Mekar Jaya (Patuna Tour and Travel) merupakan salah satu dari 1.016 perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang resmi memiliki izin dari Kementrian Agama Republik Indonesia. Selain sebagai PPIU, Patuna juga resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Berdiri sejak tahun 1972, Patuna Tour and Travel sudah sangat di kenal di kalangan masyarakat Indonesia. Prestasi yang diperolehnya dalam melayani tamu Allah pun sangat banyak, mulai penghargaan dari maskapai, perbankan, Kementerian Agama dan lain sebagainya.

Direktur Utama Patuna Tour and Travel, Drs. H. Syam Resfiadi mengatakan, kesuksesan Patuna salah satunya adalah komitmen atas amanah yang diberikan oleh jamaah kepada Patuna.

“Amanah yang diberikan jamaah ke kita salah satunya dalam bentuk uang, sehingga kita menginvestasikan amanah ini untuk kepentingan jamaah sebaik-baiknya dan untuk melayani jamaah secara maksimal,” ungkap Syam di Kantor Patuna, Jakarta, Selasa (9/7/2017)

Menurutnya, dalam mengemban amanah ini bukanlah hal yang mudah. Apalagi, perusahaan tour and travel merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa.

“Amanah secara umum dimana jamaah belinya bukan dalam bentuk barang tapi jasa. Kalau bentuknya barang pada saat dia beli selesai, mau complain juga barang masih ada. Terjadi apa-apa barang tetap ada. Kalau di jasa ini, ketika mereka membayar yang di dapat adalah kwitansi, tentu dalam hal ini adalah kepercayaan, ini lah amanah kita tetep kita layani sesuai dengan produk-produk yang kita jual ke mereka,” papar Syam.

Amanah yang diterima, lanjut Syam, dimanifestasikan dalam bentuk penjadwalan keberangkatan yang sudah terencana, baik tanggalnya, bulannya, maskapai pesawat yang digunakan, hotel yang ditempati, dan lainnya yang sesuai dengan paket yang dipilih jamaah.

Menurut Syam, selain amanah dalam bentuk pelayanan kepada jamaah, amanah yang paling pokok adalah masalah keuangan, karena jika masalah keuangan tidak amanah, salah penggunaan, manajemen keuangan salah pasti akan berantakan dan lainnya pasti akan kacau dan berdampak kepada jamaah.

“Alhamdulillah Patuna sampai hari ini bisa survive,” ucap Syam.

Bagi Syam, untuk menjaring jamaah, Patuna melakukan strategi dengan cara membuka paket umrah dengan berbagai kelas segmen masyarakat.

“Kita tahu pasar bermacam-macam kelas, kita coba memasuki beberapa jenis pasar itu sehingga kita bisa meraih sebanyak mungkin konsumen dari pasar masing-masing. Ada yang pengin umrah saja, ada yang pengin umrah plus, ada yang ingin umrah dengan fasilitas biasa hingga fasilitas paling mahal, ya kita semua siapkan. Kita adalah travel yang mengusung konsep one stop shopping, sehingga mau apa aja disini ada, kita layani dari semua kalangan,” papar Syam.

Tahun ini, Patuna Tour and Travel memberangkatkan hampir empat ribu jamaah umrah, sedangkan untuk jamaah haji, Patuna akan memberangkatkan 418 jamaah haji khusus.

“Tahun 1440 H jamaah umrah nggak sampe 4000, hanya 3990an, persaingan banyak sampe 1016 PPIU, tentu ini jadi faktor juga kenapa kita tidak bisa banyak seperti tahun sebelumnya karena persaingan ketat. Namun untuk haji khusus Alhamdulillah kita dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah jamaah,” pungkas Syam. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini