oleh

Komisi III DPR : Minta Densus 88 Dikirim Ke Nduga

Jakarta, Poros Nusantara –  Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsyi menilai pembunuhan 31 pekerja PT. Isataka Karya yang tengah membangun Jembatan Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, Papua sudah termasuk tindakan terorisme karena sudah menebar teror dengan membunuh puluhan pekerja.

“Ini adalah tindakan keji dan biadap, kita mengutuknya,” ujarnya dalam keterangan pera yang diterima wartawan, Selasa (4/12/2018). Menurut Anggota Komisi III DPR ini, aparat keamanan harus punya atensi yang tinggi terhadap persoalan ini. “Sebaiknya segera kirim densus untuk menyelesaikan teror tersebut. Hukum harus ditegakkan, pelaku teror harus diburu dan diadili sesuai dengan prosedur yang ada,” tandasnya.

BACA JUGA  Agrowisata Petik Buah Jeruk di Banjar Tingkatkan Pendapatan Petani

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Habib ini mendesak aparat harus mampu menjaga stabilitas keamanan, jangan sampai pelaku teror dibiarkan tanpa penegakan hukum.  “Saya rasa ini harus menjadi atensi khusus Ka Densus dan BNPT,” pungkasnya.

BACA JUGA  Yayasan Bangun Indonesia Dengan Cinta dan Wantannas Tandatangani MoU Terkait Aksi Nasional Bela Negara 2019

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 31 karyawan PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua dikabarkan meninggal dunia. Para korban diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

KKB menyerang para pekerja di barak yang terletak di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Sabtu (1/12/2018). Dalam penyerangan itu, menewaskan 24 pekerja. KKB selanjutnya dikabarkan mengejar delapan korban yang bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD pada Minggu (2/12/2018). Dalam kejadian ini, tujuh korban dilaporkan tewas ditembak, sedangkan satu korban lainnya berhasil menyelamatkan diri.

BACA JUGA  Kebijakan Hutan HAK Di Tanah Papua Harus Ditinjau Kembali

Laporan : Windarto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini