oleh

Boy Roy Indra,SH Kuasa Hukum Dhio Geram, Hampir 2 Bulan Kasus Kekerasan Anak belum juga ditindak lanjuti

Pasaman, Poros Nusantara–Kuasa hukum Dhio Aulia Alfin (14 Th),  Boy Roy Indra, S.H menilai Pihak Kepolisian dalam hal ini ditangani oleh Polsek Rao tidak fair dalam menanggapi kasus kekerasan yang dialami oleh Dhio Aulia Alfin. Hal tersebut dikatakannya karena sebagai Penegak Hukum, Pihak Kepolisian tidak dapat mendudukkan kasus tersebut dengan proporsional.

“ini kita lihat bahwa kejadian tersebut sudah lebih 1 bulan lamanya bahkan hampir 2 bulan kasus ini tidak jelas. Sesungguhnya persoalan ini seperti apa? Kami mau mendudukkan hal ini proporsional,” ucap Boy dalam Konfrensi Pers di Lubuk Sikaping, Rabu (01/08).

BACA JUGA  Tanpa Dukungan Pemda ,Team Volly Pasir Wajo berhasil Juara diKejurda antar Pelajar Volly Pasir se-Sulawesi Selatan

Al Rozi (48 Th) orang tua dari Dhio menceritakan awal Dari kejadian ini kepada media, tepat tanggal 10 Juni 2018 Pukul 23.30 Wib, sang anak Dhio dikabari  dianiaya oleh berinisial (i) di Kubu Sungkai Nagari Tarung Tarung KecamatanRao. Sang Ayah mendatangi anak sudah dalam keadaan muka memar bekas pukulan. Sang Ayah langsung membawa Puskesmas dan melaporkan kejadiannya ke Pihak Kepolisian dengan Nomor : LP/34/VI/2018/Sek-Rao tanggal 11 Juni 2018 tentang Tindak Pidana Penganiayaan Ungkap sang ayah

Kuasa Hukum Dhio, Boy Roy Indra, S.H geram terhadap melaporkan kliennya terkait kasus dugaan Tindak Pidana Penaniayaan. Ini bukan Penganiayaan biasa tetapi sudah Penganiayaan terhadap anak dibawah umur, karena klien saya baru berumur 14 Tahun dan diatur dalam Undang-Undang Nomor : 35 Tahun 2014 perubahan UU Nomor : 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak pada pasal Pasal 76C Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak.

BACA JUGA  Tekan Resiko Penyebaran Wabah COVID-19, Tim FORKOPIMCA Lembah Segar Lakukan Tracking.

Pada Pasal 80 berbunyi Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah) ungkap Boy.

BACA JUGA  Andre Taulany Temui Ustaz Adi Hidayat

WhatsApp Image 2018-08-01 at 14.25.06

“Selaku Kuasa Hukum Dhio, kita akan cermati kenapa klien saya sampai saat ini tidak ditindak lanjuti, dan ada banyak kejanggalan dalam kasus ini, salah satunya barang berupa baju klien dan batu yang dilemparkan kepada klein saya tidak disimpan oleh pihak yang berwenang, kasus ini akan saya laporkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia  (KPAI) karena sudah diatur didalam perundang-undanan, tegas sang pengacara ini.

(Laporan : Ekie N )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini