oleh

DIDUGA PENYEROBOTAN TANAH WAKAF OLEH OKNUM PERANGKAT DESA PENGADEGAN DAN OKNUM GURU SMP N 1 PENGADEGAN

PURBALINGGA, POROSNUSANTARA –  Bermula ketika Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Pemantau Tingkat Wilayah Purbalingga mendapat pengaduan dari salah satu ahli waris dari Ny. Kamsuni yang beralamat di Dsn. Pepedan Ds. Pengadegan Kec. Pengadegan.

Saat diklarifikasi salah satu ahli waris mengungkapkan bahwa kronologis awal Ny. Kamsuni b Madraji  mempunyai sebidang tanah sesuai di buku C desa No. 1667 Persil 98 Blok 39 luas 1450 meter persegi Klas II/13 dengan batas – batas sebelah utara Kusen,  sebelah timur Miarso, sebelah barat mukhsori, sebelah selatan Raksa. Bahwa sebidang tanah tersebut menurut pengakuannya telah diwakafkan untuk kepentingan Desa Pengadegan.

Pada saat penyerahan wakaf dikediaman almarhum Sarmi dan dihadiri oleh Prio Sutomo yang pada saat itu masih menjabat Kepala Desa, Radimin (Perangkat Desa), Yul Hadjiono (Nadzir) beserta para ahli waris. Tiba – tiba tanah Ny. Kamsuni sudah pecah menjadi dua bidang atas nama Samiah Radimin dan Setiawan. Pada tanggal 5 agustus 2017  melayangkan surat kepada Kepala Desa pengadegan perihal tentang penyelesaian tanah wakaf atas nama Ny. Kamsuni (almr) dan surat tersebut disaksikan oleh kepala dusun pepedan yaitu Kowo dan ditanda tngani oleh para ahli waris.

Berbekal dari keterangan dan informasi dari salah satu ahli waris memotivasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Pemantau Tingkat Wilayah Purbalingga untuk melakukan investigasi dan klarifikasi secara terarah.

BACA JUGA  Final Piala Indonesia Ditunda, Persija: Kami Siap Main Di Mana Saja

Prio Sutomo selaku Kepala Desa Pengadegan Periode 2007 – 2012 pada saat diklarifikasi mengungkapkan bahwa pasa saat itu memang desa membutuhkan tanah wakaf untuk pemakaman terutama di Dusun Pepedan karena makam sudah penuh. Selain itu juga menyaksikan dan menghadiri serah terima tanah wakaf di kediaman Sarmi (alm), ibu kandung dari Ny. Kamsuni b Amadraji (alm), pada saat itu dihadiri juga Radimin selaku Perangkat Desa Pengadegan, Yul Hadjiono selaku Nadzir yang ditetapkan oleh KUA Kecamatan Pengadegan dan beserta para ahli waris dari Ny. Kamsuni b Amadraji (almr).

Saya hanya sebatas  mengetahui, menyaksikan, memfasilitasi dan ada juga dari tokoh masyarakat.  Dan yang ditukar gulingkan tanah miliknya Pak Maftum dan tanah tersebut masih atas nama Nyi Samuk atau Saliah. Adapun transaksi dengan Radimin saya tidak mengetahui. Berkenaan dengan masalah pecahnya bidang tanah tersebut saya tidak mengetahui, karena kalau berkenaan dengan urusan masalah pertanahan dan perpajakan pada saat itu Sumaryo selaku Sekretaris Desa yang sekarang sudah pensiun. Pada waktu itu SISMIOP memang banyak sekali mutasi di kebun. Sepengetahuan saya selama ini sebidang tanah atas nama Ny. Kamsuni b Amadraji (alm), sesuai di buku C desa No. 1667 Persil 98 Blok 39 luas 1450 meter persegi Klas II/13 dengan batas – batas sebelah utara Kusen, sebelah timur Miarso, sebelah barat mukhsori, sebelah selatan Raksa tidak pernah ada peralihan hak dan tidak tahu perubahan tersebut baik tukar guling atau perubahan nama objek pajak atau SPPT ungkap Prio Sutomo.

BACA JUGA  Petisi Tokoh Nasional

Sumaryo selaku mantan Sekretaris Desa pengadegan pada saat diklarifikasi menjelaskan dirinya menjabat sebagai Sekretaris Desa mulai tahun 1988 s.d 2013. Selama saya menjabat jadi Sekretaris Desa memang tugas saya pada saat itu menangani permasalahan pertanahan dan perpajakan. Berkenaan dengan serah terima sebidang tanah sesuai di buku C Desa No. 1667 Persil 98 Blok 39 luas 1450 meter persegi Klas II/13 dengan batas – batas sebelah utara Kusen, sebelah timur Miarso, sebelah barat mukhsori, sebelah selatan Raksa untuk diwakafkan saya tidak mengetahui dan menyaksikan dikarenakan tidak ada undangan akan hal tersebut. Disisi lain mengenai pemecahan atau pemutasian sebidang tanah atas nama Ny. Kamsuni b Amadraji (almr) sesuai di buku C Desa no. 1667 Persil 98 Blok 39 luas 1450 meter persegi Klas II/13 dengan batas – batas sebelah utara Kusen, sebelah timur Miarso, sebelah barat mukhsori, sebelah selatan Raksa menjadi dua (2) dua objek wajib pajak sesuai DHKP No.NOP. 039.0009-0 atas nama Samiah Radimin dan NOP. 039.0008-0 atas nama Setiawan saya tidak mengtahui dan bagaimna prosesnya tiba – tiba menjadi atas nama 2 Objek Pajak Setiawan dan Samiah Radimin. Seingat saya pada saat itu ada yang mengajukan pemutasian tetapi saya tolak dikarenakan proses tersebut tidak semudah itu. pertama harus ada data – data konkrit mulai dari sebab perolehannya bagaimna harus jelas, harus ada persetujuan dari pihak ahli waris dan tanda tangan ahli waris. Mengenai tukar guling sebidang tanah atas nama  Ny. Kamsuni sesuai di buku C Desa No.1667 persil 98 Blok 39 Luas 1450 meter persergi dengan tanah atas nama Ngapiah di blok 045 dan Saliyah di blok 045 Sumaryo tidak mengetahui proses tukar guling tanah tersebut. Pada saat SISMIOP Sumaryo bertugas sebagai administrasi dan kordinator. Ruang lingkup SISMIOP adalah pengukuran tanah kembali sebagai penegas objek pajak yang diadakan oleh pajak pratama. Selain itu hanya menerima laporan hasil pengukuran dari petugas SISMIOP sesuai Blok, Wilayah atau Kadus.

BACA JUGA  Pemkab Wajo Dan Yayasan Celebes Cleft Center Makassar Gelar Baksos Operasi Gratis Celah Bibir dan Langit

 

( Laporan : Sri Handoyo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini