by

SOLIDARITAS MASYARAKAT DESA SAWANGAN KABUPATEN BATANG PROVINSI JAWA TENGAH KLARIFIKASI REKENING PEMBEBASAN JALAN TOL

BATANG, POROS NUSANTARA –  Warga desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah, yang tergabung Solidaritas Masyarakat peduli Aset Desa ( Bondo Desa) / tanah kas Desa yang terkena jalan tol senilai Rp 15,1 miliar, yang tidak transparan.

Rabu,(31 /1/2018). Warga yang tergabung solidaritas masyarakat peduli Aset Desa, melakukan aksinya ke Balai Desa Sawangan untuk mengklarifikasi tanah kas Desa yang terkena jalan tol Pemalang – Batang seluas 5,7 hektar. Dan mutasi rekening Desa aksi yang di pimpin oleh Mas’udi, sebagai ketua dari, solidaritas masyarakat peduli Aset Desa di sambut oleh Supeno selaku Kepala Desa, segenap jajaran perangkat dan babinkamtibmas  di ruang Aula Desa.

Menurut data yang di kumpulkan, oleh solidaritas masyarakat peduli menyebutkan,bahwa tanah kas Desa  yang terkena jalan tol seluas 5,7 hektar senilai Rp 15,1 miliar di temukan banyak kejanggalan, terutama dalam transaksi mutasi pengambilan rekening Desa.
Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) sendiri, mengesahkan dana turun pertama “ ke rekening desa pada tanggal 10 Oktober 2016 melalui Bank Mandiri”. Disitu di temukan rekening transaksi mutasi pengambilan pertama, (16/2/2017) sebesar Rp 150 juta, diperuntukan tim Apresial.

BACA JUGA  PENCANANGAN GEMA SETIA DAN GENTONG HEBAT

Tapi dengan menemukan mutasi rekening sebesar itu, salah satu tokoh masyarakat Abdilah waktu itu menanyakan langsung ke salah satu tim apresial dan dia menjawab , ”hanya menerima sebesar Rp 125 juta aja”.

Di temukan juga rekening transaksi mutasi pengambilan kedua ,(27/2/2017) sebesar Rp 477 juta , di jawab langsung oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T),  “bahwa uang itu di gunakan untuk operasional, dengan  pengambilan mutasi rekening ke 2, tidak ada mutasi pengambilan selama 4 bulan”.

BACA JUGA  KONJEN JEPANG DAIKI YOKOHAMA KUNJUNGI PPPT DESA MANGGA DUA

Sekitar di bulan  Juni  2017 , di temukan 6 kali mutasi dalam satu hari yang bersamaan, sekitar Rp. 1 miliyar lebih 2 kali, Rp. 400 juta, Rp.800 juta dan Rp 100 juta, itu pun di pertanyakan kepada P2T dan Pemerintah Desa, tapi  tidak bisa menjawab.
Kendati dengan desakan, masyarakat yang antusias yang ingin tau Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), berita acara maupun Perdes dalam penggunaan dana pembebasan jalan tol, maka dari P2T maupun pemerintah menyampaikan, “bahwa uang yang sebesar Rp. 15,1 miliar sudah diperuntukan sesuai dengan ketentuan yang ada  seperti Rp. 2 M untuk operasional dan Rp. 13 M untuk pembelian tanah kembali”. Dan mengenai  LPJ maupun tertulis lainnya Pemerintah Desa akan menujukan secepat mungkin. Harapan dari solidaritas Masyarakat peduli Aset Desa, supaya Pemerintah Desa dan P2T supaya lebih transparan dalam mengerjakan segala sesuatu, dari fisik maupun non fisik, atau administrasi. Sementara masyarakat peduli Aset Desa , tidak berhenti disini aja, nantinya akan menindak lanjuti ke dinas terkait supaya menindak lanjuti kasus ini.

BACA JUGA  Ringankan Beban Masyarakat Pemkab Pelalawan Bagikan Sembako

 

( Laporan : Hadi/Naryo )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini