oleh

BPBD PROVINSI NTT KABUPATEN/KOTA SIAGA TERHADAP BENCANA

KUPANG,POROS NUSANTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT juga BPBD Kabupaten/Kota  telah menyiapkan berbagai sumber daya dalam  menghadapi peristiwa bencana alam, saling koordinasi antar BPBD  terus dilakukan dengan memantau kondisi daerah di 22 Kabupaten dan Kota melalui Posko bencana yang beroperasi selama 1×24 jam. “Kami telah memantapkan empat bidang sumber daya yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi), berkaitan dengan penanggulangan bencana. Yaitu sumber daya manusia (SDM), sumber daya peralatan, regulasi dan dukungan dana, Juga di setiap Kabupaten/Kota sudah dilengkapi dengan peralatan komunikasi,” kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus, ketika ditemui di ruang kerjanya di Kupang, Senin (15/1/2018).

Tini Thadeus, menjelaskan,  pihaknya memiliki berbagai item kegiatan dalam penanggulangan bencana Mulai dari bencana gunung meletus, tsunami, tanah longsor, banjir hingga pada kejadian luar biasa (KLB). Untuk penangananannya perlu mempersiapkan struktur dan kelembagaan maupun SDM BPBD di 22 Kabupaten/Kota Dan saat ini sudah terdapat lembaga BPBD di seluruh Kabupaten/Kota, kecuali Kabupaten Malaka belum terbentuk BPBD.

Terkait sumber daya peralatan, kata Thadeus, BPBD Kabupaten/Kota sudah dilengkapi peralatan dasar maupun peralatan pendukung. Peralatan dasar, BPBD NTT telah mendistribusikan secara merata diseluruh Kabupaten berupa mobil ranger dilengkapi radio komunikasi, motor trail dan tenda, Sedangkan peralatan pendukung telah diberikan mobil box dan mobil pick up penanggulangan bencana, speed boad dan tangki air.

Kemudian untuk penanggulangan bencana, lanjut Tini Thadeus dibutuhkan adanya regulasi.  Regulasi yang menjadi acuan adalah Undang-Undang (UU) nomor: 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana disertai adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dibuat oleh masing-masing Kabupaten dan Kota  Terpenting juga soal dana pendukung, Menurut Kepala BPBD NTT itu, bersyukur dana yang bersumber dari APBD I dan APBD II sudah disiapkan sesuai kemampuan daerah.

Menurut Tini Thadeus, disamping dana APBD I dan II juga terdapat dana hibah dari pemerintah pusat untuk kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi NTT.

Namun, tidak semua Kabupaten setiap tahun mendapatkan dana tersebut. Tergantung intensitas bencana dan jumlah penduduk dari masing-masing Kabupaten/Kota. Sebab, lanjut Thadeus, dana RR ini untuk pembangunan Fisik merehabilitasi bangunan yang hancur. “Pada 28 Desember 2017, Kementerian Keuangan RI selaku Pengguna Anggaran (PA) telah mentransfer dana RR sebesar Rp. 61,9 miliar ke rekening khas Daerah dan dijadikan sebagai pendapatan lain-lain. Dana tersebut diperuntukan kepada empat Kabupaten yang telah mengajukan proposal dalam kegiatan tahun 2018. Empat Kabupaten itu, Manggarai sebesar Rp. 18 miliar, Ende Rp. 16 miliar, Alor Rp. 15 miliar dan Kabupaten Flores Timur sebesar Rp. 12 miliar,” tutur Thadeus.

Dijelaskannya, BPBD NTT memiliki program inti, yaitu penanggulangan bencana Terdiri dari item kegiatan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Untuk kegiatan pra bencana, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan. Misalnya, pemasangan papan early warning system (sistem peringatan dini) di lokasi rentan bencana, sosialisai melalui Bakohumas, sosialisasi sekolah aman, sosialisasi di tempat rawan bencana di daerah bantaran sungai, lewat media cetak, online, radio dan televise. Dalam bentuk interaktif serta pemasangan baliho.

Selanjutnya pada tahap terjadi bencana adalah tahap emergency, BPBD NTT memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang tertimpa bencana, distribusi logistik dan peralatan memasak Untuk tahap berikutnya pasca bencana, jelas Tini Thadeus dilakukan kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Melalui kegiatan Rehabilitasi memperbaiki kios yang rusak akibat bencana alam dan bantuan peralatan tenun kepada Ibu rumah tangga dari sumber dana APBD I dan II.

 

( Laporan : Erni Amperawati)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini