by

Guna Tingkatkan Edukasi Terkait Logistik Pilkada Sawahlunto, KPU Sawahlunto Gelar Sosialisasi

SAWAHLUNTO, POROS NUSANTARA – Guna meningkatkan edukasi terkait permasalahan logistik dalam Pilkada Sawahlunto 2018, KPU Sawahlunto menggelar sosialisasi di Hotel Ombilin Sawahlunto (21/12/2017). Dalam kegiatan tersebut juga turut dihadiri narasumber dari komisioner KPU Sumbar, Fikon maupun Komisioner Bawaslu Sumbar, Alni.

Dalam sambutannya Ketua KPU Sawahlunto, Afdhal mengatakan bahwa dilakukannya sosialisasi kali ini bertujuan agar PPS maupun PPK menghindari adanya kesalahan khususnya dalam penghitungan surat suara, “Kesalahan sekecil apapun nantinya akan mengakibatkan permasalahan sekaligus akan dilakukan penindakan terhadap PPS maupun PPK yang melakukan kesalahan tersebut”, jelasnya. Pihaknya menambahkan oleh karena itu penting adanya kerja sama dengan pengawas pemilu agar tidak terjadi kesalahan sekecil apapun dalam pelaksanaan Pemilu.

BACA JUGA  ESTHON-CHRIS RESMI BERTARUNG DI PILGUB NTT

KPU Sumbar divisi keuangan, logistik, umum, dan Badan Urusan Rumah Tangga, Fikon menjelaskan bahwa logistik pemilu menjadi koor bisnis KPU yang sangat menentukan dalam penyelenggaraan Pilkada. Lebih jauh lagi Fikon menjelaskan beberapa tahapan dalam manajemen gudang logistik diantaranya seperti penerimaan barang logistik, penyimpanan barang logistik, pensortiran barang logistik hingga pengepakan barang logistik. “KPU di sumbar rata rata belum memiliki gudang penyimpanan logistik yang representative seperti halnya di Kab.Solok Selatan”, jelasnya. “Hal tersebut nantinya akan berdampak pada proses pelaksanaan Pilkada khususnya keakuratan data jumlah barang logistik baik yang masuk dan keluar”, jelasnya.

BACA JUGA  Setelah Lama Kosong, akhirnya ketua Himpunan pelajar mahasiswa Wajo (HIPERMAWA) periode 2019-2021

Di sisi lain pihaknya juga meminta agar KPU Sawahlunto untuk mengelola dengan baik gudang penyimpanan logistik. “Pengelolaan yang baik sendiri berdasarkan klasifikasi sesuai dengan jenisnya seperti surat suara, formulir dan lain-lain sehingga tidak tertukar/tumpang tindih”, jelas Fikon.

Sedangkan Komisioner Bawaslu Sumbar, Alni mengatakan bahwa “Tujuan pengawasan utama dari bawaslu dalam bidang logistik yaitu mencegah agar tidak terjadi pelanggaran mulai dari tahapan perencanaan, pengadaan logistik hingga distribusi logistic”. Apabila masih terdapat pelanggaran nantinya baru akan dikenakan penindakan oleh Bawaslu, ungkapnya. Pihaknya juga menjelaskan bahwa nantinya agar dalam pembuatan alat peraga kampanye maupun bahan kampanye yang diberikan KPU memiliki kualitas dan kuantitas yang sama antar paslon, “Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan kecemburuan dari setiap paslon”, jelasnya.

BACA JUGA  Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Mamin dengan Petani

Sedangkan terkait bahan kampanye maupun alat peraga, kampanye masing-masing paslon akan disediakan oleh KPU, kemudian terkait pemasangan titik alat peraga kampanye masing-masing Paslon akan ditentukan dan dilaksanakan oleh KPU.

 

( Laporan : Risang/Yanto )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini