by

MENGGALI ADAT DAN BUDAYA MINANGKABAU

SOLOK SELATAN, POROS NUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengadakan Workshop Binaan Lembaga Adat dan Budaya dengan tema BASAMO MANJAMPUIK PUSAKO LAMO, MANGUMPUAN WARIH NAN TASERAK yang dilaksanakan Selasa (30/1) di Wisma Umi Khalsum Batang Laweh Kecamatan Sungai Pagu Muara Labuh.

Hadir pada kesempatan itu niniak mamak, tokoh masyarakat, bundo kanduang, alim ulama, cadiak pandai serta undangan lainnya. Acara workshop yang berlangsung 1 hari penuh itu mendatangkan narasumber dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang (LKAAM) Sumbar Drs. Tuanku Bagindo H. Muhammad Letter, Bundo Kanduang Padang serta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Workshop 1 hari itu disambut antusias dari peserta yang hadir. H. Muhammad Letter memaparkan tugas pokok dan fungsi urang ampek jinih sesuai dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Orang minang itu harus tau apa itu urang ampeh jinih yang didalam tatanan kaum merupakan kesatuan keluarga besar kaum mempunyai tugas dan fungsi yang jelas sesuai menurut adat mereka dalam bakorong jo bakampuang papar buya Letter demikian panggilan akrabnya.

BACA JUGA  HUJAN MASIH TERUS MENGGUYUR IBU KOTA JAKARTA

Ditempat yang sama sewaktu poros nusantara menjambangi Kepala Bidang Kebudayaan Bujang Basri, S.Kom “Dilaksanakan workshop ini untuk menggali kembali adat lamo pusako usang agar generasi muda minang khususnya generasi muda Solok Selatan dapat mengenal tata krama urang minang dalam hidup bermasyarakat.

BACA JUGA  Kemenkop dan UKM Peroleh Opini WTP Dari BPK

Bujang menambahkan urang minang itu memakai sosio-filosofis yang terkenal dengan filsafat pandangan hidup mereka alam takambang jadikan guru yang berarti merupakan ayat-ayat Allah SWT yang segala hukum dan sumber ajaran Islam. Bujang Basri sangat berharap kepada seluruh peserta workshop agar dapat mengajak generasi penerus khususnya di dalam keluarga untuk mengajak anak-anaak mereka memberi contoh dan tauladan tentang adat serta budaya masyarakat Minang yang sebenarnya.

Dia juga menambahkan bahwa urang minang itu mempunyai prinsip yang kuat dan menjunjung tinggi budi yang luhur serta mempunyai sopan santun, etika yang kuat. Dan putra-putri Minang itu sangat mudah menyesuaikan diri dimana mereka berada dengan semboyan hidupnya Dimano Bumi Dipijak disitu Langik Di Junjuang yang artinya Dimana mereka berada adat istiadat disitulah yang mereka pakai serta sangat cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka berdomisili dan itulah jati diri urang minang.

(Laporan : Sudirman R)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini